Agustus 25, 2026

Walikota Lomban: Semua Berhak Harus Mendapatkan Bantuan

0
IMG-20200618-WA0005

SUARASULUT.COM, BITUNG- Pemerintah kota Bitung lewat BPBD kota Bitung hingga 15 Juni 2020 sudah menyalurkan Bantuan sebanyak 46.472 paket bahan makanan berupa 10 kg beras,10 ikan kaleng dan 1 dus Mie instan kepada masyarakat kota Bitung yang Terdampak akibat pandemi covid-19.

Hal itu disampaikan langsung oleh walikota Bitung Maximilian Jonas Lomban SE MSi saat press converence di BPU kantor walikota Bitung Rabu (17/06/20).

Dalam press Conference tersebut Kaban BPBD kota Bitung Ruddy Wongkar mengatakan, hingga saat ini BPBD kota Bitung masih terus mendistribusikan bantuan kepada kelurahan- kelurahan yang baru memasukkan nama- nama penerima bantuan yang terlewatkan ditahap sebelumnya.

“BPBD kota Bitung masih terus mendistribusikan bantuan kepada kelurahan-kelurahan yang baru memasukkan nama-nama bagi yang terlewatkan,” ungkap Wongkar.

Untuk bantuan para lansia, Kadis sosial kota Bitung Give Mose mengatakan, pemerintah kota Bitung sudah menyerahkan bantuan sebesar Rp 300 ribu perorang kepada 11 ribu lebih lansia dan 500 disabilitas yang ada diKota Bitung. Lanjut Mose, sampai saat ini dinas sosial kota Bitung terus menyalurkan berdasarkan data yang masuk dari pihak kelurahan.

Walikota Bitung Maximilian Jonas Lomban SE MSi menyampaikan, agar pihak aparat kelurahan untuk segera memastikan kembali bagi masyarakatnya yang berhak mendapatkan bantuan tidak terlewatkan.

“Sampaikan ke pihak kelurahan untuk mengecek kembali jangan sampai ada yang berhak mendapatkan bantuan dan terlewatkan.” Tegas Lomban.

Lomban menambahkan, agar pihak kelurahan benar-benar memberikan data yang jelas, agar pihak BPBD dan Dinas Sosial segera mendistribusikan bantuannya dan tidak terjadi kekeliruan.

Asisten l kota Bitung Franky Ladi mengatakan, ada beberapa kendala dilapangan saat melakukan pendataan, antara lain tempat tinggal saat ini tidak cocok dengan alamat sesuai KTP, sehingga saat di verifikasi datanya terjadi kekeliruan dan dari BPBD atau dari dinas sosial harus turun kembali kelapangan untuk melakukan pengecekan.

“Salah satu contoh yang membuat keterlambatan penyaluran bantuan yaitu tempat tinggal saat ini tidak sesuai alamat di KTP, ada warga alamat KTPnya Girian tapi sudah lama tinggal di sagerat, jadi saat data masuk dan dilakukan verifikasi, alamatnya tidak cocok.”Ujar Ladi.

Hadir dalam acara pres converence tersebut sekretaris Kota Bitung DR Audy Pangemanan, asisten 1, asisten ll, asisten lll, Kadis sosial Kaban BPBD, sekretaris BPBD dan sejumlah wartawan.(angky)

Tinggalkan Balasan