Hebat! Waduk Kuwil Multifungsi

oleh -163 Dilihat
oleh

SUARASULUT.COM,MANADO– Waduk Kuwil merupakan waduk multiguna diyakini sel
mampu memberikan manfaat dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat, baik secara sosial ekonomi maupun aspek lainnya.
“Tantangan kita saat ini dalam pengelolaan waduk adalah bagaimana mencapai keberlanjutan ketersediaan sumber daya air, baik dari segi kuantitas maupun kualitas,” tegas Asisten Bidang Perekonomian Setdaprov Sulut, Rudy Mokoginta, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) penelitian pembangunan infrastruktur dan kawasan permukiman di kawasan seputaran waduk Kuwil, Selasa (5/11/2019) disalahsatu hotel ternama di kawasan jalan Piere Tendean.
Terungkap dalam FGD, berbagai isu strategis berkembang terkait kondisi waduk Kuwil, yang terletak di desa Kuwil Kecamatan Kalawat menjadi perhatian serius.
Mulai keberadaan waduk agar tetap terjaga kelestariannya sehingga terus mampu menjadi waduk multifungsi yang memberikan manfaat. Terutama pada aspek sumber daya air, yaitu konservasi berupa penyediaan penampungan air, pendayagunaan dan pengendalian, daya rusak air dan penyediaan layanan air baku.
Oleh sebab itu, akan kelangsungan waduk Kuwil telah dilakukan penelitian, antara lain yang menyangkut permasalahan akibat dari perkembangan lingkungan yang tidak terkendali sehingga mengganggu keberlanjutan waduk Kuwil.
sekadar diketahui pembangunan waduk Kuwil sendiri telah dimulai pada tahun 2016 dan ditargetkan selesai tahun 2020 nanti. Karenanya, melihat potensi waduk Kuwil yang mampu memberikan dampak besar bagi masyarakat maka waduk Kuwil telah dijadikan sebagai salah satu proyek strategis program pembangunan 49 bendungan baru Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dalam periode 2015-2019.
Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pembangunan Daerah Provinsi Sulut, dr Jemmy Lampus mengatakan, pelaksanaan FGD ini merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan koordinasi dan sinergitas yang terintegrasi khususnya, terkait pemanfaatan dan pengendalian ruang di provinsi Sulawesi Utara dalam hal ini pembangunan infrastruktur dan kawasan permukiman di kawasan seputaran waduk Kuwil.
“FGD ini juga membahas berbagai permasalahan dan solusi alternatif terhadap penataan ruang kawasan sekitar serta dapat menghasilkan rekomendasi strategis dan terobosan cerdas dalam penataan ruang,” tegas Lampus
Peneliti dari Universitas Sam Ratulangi Dr Ir Linda Tondobala DEA mengatakan penelitian kelangsungan waduk Kuwil telah dilaksanakan selama 8 bulan dan akan berakhir pada November 2019.
“Penerima mandaat waduk Kuwil ini adalah masyarakat, dengan adanya dokumen ini, maka perizinan pemanfaatan ruang lebih terarah sehingga menjamin perlindungan dan pelestarian lingkungan sekitar waduk untuk keamanan bersama,” pungkasnya.(wal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.