April 23, 2026

Sekretaris Daerah Kabupaten Mitra David Lalandos Irup HUT Propinsi Sulut Ke 61 Tahun

GridArt_20250923_222516084-768x432

Seputarsulutnews.co. Mitra.– Hari Ulang Tahun (HUT Propinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang ke 61 diperingati oleh Pemerintah Propinsi Sulut, namun juga di berbagai Daerah turut di peringati. Di Kabupaten MItra, peringatan HUT Propinsi Sulut ke 61 tahun dilaksanakan dalam bentuk upacara bendera, Selasa (23/9-2025) bertempat di halaman kantor DPRD Kabupaten Mitra dan diikuti oleh jajaran Pemkab, Forkopimda, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Sekretaris Daerah (Sekda) Minahasa Tenggara  David Lalandos.AP MM bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan sambutan resmi Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus.

Dalam sambutannya, Gubernur mengatakan bahwa peringatan HUT Propinsi Sulut yang ke 61 ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi perjalanan panjang provinsi yang berdiri sejak 23 September 1964.

“Sejak hari itu, para pendahulu kita menorehkan kerja keras, dedikasi, dan semangat persatuan untuk membangun Sulawesi Utara. Kini, tongkat estafet pembangunan diteruskan oleh kita semua,” ujar Lalandos membacakan pesan Gubernur.

Dengan bertemakan Menuju Sulawesi Utara Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan, sebagai arah utama pembangunan. Visi ini dijalankan melalui delapan misi pembangunan, 17 program unggulan, dan 45 kegiatan strategis yang menyasar berbagai sektor.

Dalam sambutan tersebut juga dipaparkan sejumlah capaian penting. Pertumbuhan ekonomi Sulut pada triwulan Dua tahun 2025 tercatat 5,64 persen di atas rata-rata nasional.

Angka kemiskinan juga menunjukkan penurunan dan pembangunan infrastruktur dinilai semakin pesat dan merata di berbagai wilayah.

“ Yang paling membanggakan adalah kerukunan antar umat beragama yang tetap terjaga. Beberapa kota di Sulawesi Utara bahkan masuk peringkat atas sebagai kota paling toleran di Indonesia,” lanjutnya.

Lanjut Lalandos dalam sambutannya mengatakan bahwa capaian ini tidak mungkin terwujud tanpa adanya sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Budaya mapalus atau gotong royong disebut sebagai energi utama yang menggerakkan pembangunan daerah.

“Mari jadikan peringatan ke-61 ini sebagai semangat untuk bekerja lebih keras, cerdas, dan tulus. Kita harus terus bergerak, berinovasi, dan beradaptasi tanpa kehilangan jati diri,” pungkasnya

Lalandos menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang tetap hadir dengan penuh semangat. Kehadiran ini mencerminkan kebersamaan yang kuat dalam mendukung perjalanan Sulawesi Utara menuju masa depan yang lebih baik. (Fredy)