April 28, 2026

Eksplotasi Anak Dibalik Topeng Badut di  Dirazia Satpol PP

0
IMG_20240613_204145-768x774
Seputarsulutnews.co KOTAMOBAGU – Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kotamobagu, kembali menertibkan dan merazia keberadaan Badut yang melibatkan anak – anak.
Keberadaan Badut Anak yang mulai marak di setiap persimpangan atau Lampu Merah di pusat Kota Kotamobagu, mulai disororti warga masyarakat karena dinilai adalah tindakan Eksploitasi anak.
Kepala Dinas Satpol PP Kotamobagu, Sahaya Mokoginta, menyatakan bahwa razia ini bertujuan untuk mencegah eksploitasi anak.
“Pekerja badut jalanan ini sebagian besar adalah anak-anak. Kami sudah dua kali melakukan penertiban dan menyita kostum badut yang dikenakan anak-anak. Hari ini kami merazia 7 kepala badut yang dipakai anak-anak di beberapa titik,” kata  Sahaya saat merazia badut anak di beberapa titik di Kotamobagu, Rabu (12/6/2024).
Sebelumbya menurut Sahaya sudah ada kesepakatan untuk tidak melibatkan anak-anak.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kotamobagu, Sarida Mokoginta, juga menambahkan jika pihaknya sangat keberatan adanya praktek eksploitasi anak yang berkedok badut ini.
“Badut ini sangat meresahkan dan kita tahu bersama sudah lama keberadaannya. Sangat disayangkan karena ada oknum yang mempekerjakan anak-anak, hal itu sudah masuk eksploitasi anak dan sangat bertentangan dengan undang-undang perlindungan anak. Anak-anak harusnya fokus belajar,” ujar Sarida kesal.
Sarida menambahkan anak-ana yang terjaring akan di data dan diberikan pembinaan oleh pihak P3A.
“Jik penertiban kedua ini tidak memberikan efek jera, maka selanjutnya kami akan laporkan kami laporkan ke pihak berwajib,” pungkasnya. BM

Tinggalkan Balasan