April 29, 2026

MM-HH Dengarkan Pidato Presiden Pada Sidang Tahunan MPR, DPR Dan DPD RI

0
IMG-20230817-WA0006

BItung- Wali kota dan wakil wali kota Bitung Ir.Maurits Mantiri dan Hengky Honandar SE serta sekretaris kota Bitung Ir. Ignatius Rudy Theno ST MT juga seluruh forkopimda kota Bitung menghadiri Rapat Paripurna Istiwema dalam rangka mendengarkan pidato Presiden RI Pada Sidang Tahunan MPR, DPR dan DPD Republik Indonesi di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kota Bitung, Rabu,(16/08/23).

Dalam pidato Presiden Indonesia Ir. Joko Widodo pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI dalam rangka HUT Ke-78 Proklamasi Kemerdekaan RI, di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jokowi menekankan bahwa Indonesia mempunyai peluang besar untuk meraih Indonesia Emas Tahun 2045 serta meraih posisi menjadi negara lima besar kekuatan ekonomi dunia.

Jokowi juga menyebutkan, peluang besar pertama adalah bonus demografi yang akan mencapai puncak di tahun 2030-an. “Enam puluh delapan persen adalah penduduk usia produktif. Di sinilah kunci peningkatan produktivitas nasional kita,” ujarnya.

Selanjutnya, peluang besar yang kedua adalah kepercayaan internasional atau international trust yang dimiliki Indonesia saat ini. Kepercayaan tersebut, kata Presiden, dibangun bukan sekadar melalui gimmick dan retorika semata, melainkan melalui peran dan bukti nyata keberanian Indonesia dalam bersikap. “Momentum Presidensi Indonesia di G20, Keketuaan Indonesia di ASEAN, konsistensi Indonesia dalam menjunjung HAM, kemanusiaan, dan kesetaraan, serta kesuksesan Indonesia menghadapi krisis dunia tiga tahun terakhir ini, telah mendongkrak dan menempatkan Indonesia kembali dalam peta percaturan dunia,” kata Presiden.

Lanjut Jokowi, di tengah kondisi dunia yang bergolak akibat perbedaan, Indonesia dengan ideologi Pancasila, harmoni keberagaman, dan prinsip demokrasi yang dimiliki, mampu menghadirkan ruang dialog serta menjadi titik temu dan menjembatani perbedaan-perbedaan yang ada.

“Lembaga think tank Australia, Lowy Institute, menyebut Indonesia sebagai middle power in Asia, dengan diplomatic influence yang terus meningkat tajam, Indonesia termasuk 1 dari 6 negara Asia yang mengalami kenaikan comprehensive power,” tegasnya.

Rapat Paripurna Istimewa tersebut dihadiri oleh para anggota DPRD Kota Bitung, para Kepala Perangkat Daerah, Direktur Umum Perumda, para Staf Khusus dan Tim Percepatan serta Camat dan Lurah se Kota Bitung.(Franky Pungus)

Tinggalkan Balasan