Star Dari Nol, CEP Dinilai Sukses Bangun Kabupaten Minsel 10 Tahun
SUATASULUT.COM, MANADO — Tidak ada parameter baku, bahwa keberhasilan pembangunan sebuah daerah mesti ditandai dengan kesamaan garis partai pengusung kepala daerah dan pusat (presiden/menteri-menteri). Sukses tidaknya seorang pemimpin membangun wilayah, tergantung komitmen, kreatifitas dan daya gedor menarik anggaran pusat.
Demikian penuturan aktifis muda Sulut Ken Christian Oroh. Menurutnya, Bupati Minahasa Selatan Dr Christiany Eugenia Paruntu, SE (CEP) sudah membuktikan itu. Pasca dilantik sebagai Bupati Minsel tahun 2010, CEP berhadapan dengan kondisi keuangan daerah yang memilukan. Kas daerah di masa itu, berjumlah di bawah Rp1,5 miliar. CEP membayangkan, bagaimana mungkin membangun Minsel di tahun pertama kepemimpinannya, dengan keuangan setara harga satu unit mobil Rubicon.
Di masa inilah, CEP ditantang mengembangkan kreatifitas pemimpin. Membuktikan kapabilitas lobi anggaran pusat dan menarik investor. Ia hampir secara harafiah menjadi ‘peminta-minta’ di Jakarta. Mengetuk pintu kementerian, lalu meyakinkan pemerintah pusat mengenai desain pembangunan daerah dan skema anggaran.
Lanjut dia, di benak CEP, sinerjitas berdasarkan garis partai itu cuma sugesti politik kaum pesimis. “Tekad dan komitmen membangun daerah, menjadi parameter utama di mata kementerian. Dan itu terbukti,” kata dia.
10 tahun CEP membangun Minsel, bukti keberhasilan dan penghargaan yang berderet, mengirim pesan ke publik Sulut bahwa beda garis partai bukan hambatan. “Karena ternyata CEP bisa menarik banyak investor ke daerah. Lobi-lobi anggaran pusat juga signifikan,” sentil dia.
Kata politisi Golkar adalah bukti bahwa CEP mampu mendobrak pemikiran primordial. “Fakta ini menunjukan, pusat tidak mementingkan garis partai. Presiden Jokowi dan menteri-menterinya bukan penganut pemikiran itu,” jelas dia. (Sandy)
