IJB Net DPD Sulut Terbentuk, Ini Kata Wagub Kandouw
SUARASULUT.COM,MANADO– Pengurus IJB Net DPD Sulut resmi terbentuk dan dilantik pengurus partai pusat. Ketua Ir Dedie Tooy, PHd, MSc.
Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE menugaskan Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw menggantikan perannya sebagai Keynote Speaker pada dialog bisnis digelar Indonesia-Japan Business Network (IJP-NET) dengan tema ‘Membidik Pasar Jepang.
“Saya ditugaskan pak Gubernur untuk bawa materi di seminar ini. Karena peran IJB Net sudah terlihat banyak membantu pemerintah khususnya Sulut dalam bidang kelapa, dan banyak lagi yang sementara dijalankan,” kata Wagub Kandouw.
Duta Besar Republik Indonesia (designated) untuk Jepang yang baru, Heri Akhmadi, menegaskan, Indonesia Japan Business Network (IJB-Net) didukung pengurus aktif di tanah air dan juga pengurus yang berdomisili dan mempunyai usaha di Jepang. Hal ini menjadi salah satu kelebihan IJB-Net yang kini genap berusia dua tahun.
“IJB-Net didukung oleh pengurus yang aktif di tanah air, maupun yang berdomisili dan mempunyai usaha di Jepang. Bukan hanya Warga Negara Indonesia saja, tetapi juga kawan-kawan kita warga negara Jepang. Dengan sinergi dan kolabarasi yang nyata, hal ini sangat menguntungkan untuk kerja sama kedua negara,” kata Heri Akhmadi dalam sambutan perayaan Milad-2 IJBNet via Zoom.
Ketua Umum dan Inisiator IJB-Net, Suyoto Rais, mengatakan, memasuki usia yang kedua, dukungan dan harapan terhadap IJB-Net juga semakin besar.
Positioning organisasi juga disesuaikan dengan aktivitas masing-masing, diantaranya dapat menjadi play maker, EO, mediator, inisiator bisnis, project manager maupun peran-peran lainnya.
“IJB-Net akan siap membantu mewujudkan program-program kolaborasi di segala level, G-to-G, B-to-B, akademik dan lainnya. Adapun IJB-Net saat ini akan mengambil peranan dalam membantu promosi produk-produk unggulan dan pengembangan sumber daya alam Indonesia menjadi produk-produk yang diperlukan di pasar global, terutama terkait makanan-minuman dan energi terbarukan. Disamping itu juga membantu masuknya investasi Jepang ke Indonesia, mempromosikan teknologi baru dari Jepang, dan membuka jalan bagi perusahaan Jepang yang mencari mitra bisnis di Indonesia,” terangnya.(wal)
