Gunung Awu Sangihe Menangis! Kebakaran Hebat Tembus 587 Hektare, Ritual Adat dan Doa Lintas Agama
Seputarsulutnews.co, Sangihe— Detik-detik mencekam masih membayangi warga Kepulauan Sangihe saat ratusan hektare lahan di Gunung Awu hangus dilalap si jago merah hingga memaksa seluruh pemimpin adat dan lintas agama bersimpuh memohon mukjizat.
Bencana karhutla yang dipicu kemarau panjang ini benar-benar menguji ketahanan Sangihe. Sejak pertama kali pecah di Pos 8 jalur pendakian Angges pada 5 September 2026, api dengan cepat merembet tanpa kendali ke Kecamatan Kendahe hingga Tabukan Utara.
Data satelit geospasial Sentinel-2 mengungkap fakta mengerikan: 587,76 hektare hutan di area tegak lurus dengan ketinggian hingga 1.030 mdpl kini telah berubah menjadi lautan api dan abu hitam.
Melihat kondisi yang kian kritis dan medan yang sangat berbahaya bagi keselamatan petugas, Bupati Michael Thungari dan Wakil Bupati Tendris Bulahari, didampingi jajaran TP-PKK, Forkopimda, serta ribuan warga menggelar aksi solidaritas spiritualitas tertinggi.
Isak rona kesedihan dan harapan berbaur jadi satu saat ritual adat sakral Tatahimokoing Sembanua mulai digemakan oleh Dewan Adat Sangihe.
Ruangan Papanuhung Santiago Tampungang Lawo mendadak hening dan bergetar saat pemuka agama Islam, Kristen, dan Katolik bergantian memanjatkan doa.
Masyarakat Sangihe kini hanya bisa berharap, ketulusan doa lintas iman dan adat ini bisa segera menurunkan hujan untuk memadamkan api yang masih berkobar di puncak Gunung Awu.(***)
