Seputarsulutnews.co, Minsel — Lima kebakaran hutan, 7,5 hektare lahan terbakar, enam bangunan hangus, dan ancaman krisis air bersih kini menjadi tanda bahaya yang membuat Minahasa Selatan tidak bisa lagi lengah menghadapi ganasnya musim kemarau.
Situasi tersebut menjadi alasan Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar memimpin langsung Apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana Dampak El Nino Tahun 2026 di Lapangan Mapolres Minahasa Selatan, Selasa (4/8/2026).
Ratusan personel dan unsur lintas sektor dikonsolidasikan untuk menghadapi ancaman yang semakin serius akibat cuaca panas berkepanjangan.
Bersama Kapolres Minahasa Selatan AKBP David Candra Babega, S.I.K., M.H., Bupati mengingatkan bahwa El Nino tahun ini berpotensi membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat, terutama terhadap ketersediaan air, sektor pertanian, serta meningkatnya potensi kebakaran.
Musim kering yang semakin panjang membuat kondisi lingkungan menjadi sangat rentan. Api kecil yang muncul akibat kelalaian dapat berubah menjadi bencana besar.
Fakta di lapangan menunjukkan ancaman itu sudah terjadi. Dalam dua bulan terakhir, Minahasa Selatan menghadapi sejumlah insiden kebakaran yang didominasi faktor kelalaian manusia, mulai dari pembukaan lahan dengan membakar hingga gangguan instalasi listrik.
Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, serta seluruh pemangku kepentingan memperkuat tujuh langkah utama, yakni meningkatkan patroli wilayah rawan, memperketat pencegahan kebakaran, menegakkan aturan tanpa pembakaran, memastikan kesiapan peralatan darurat, menjaga sumber air bersih, hingga mempercepat koordinasi ketika bencana terjadi.
Bupati Franky Donny Wongkar menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Ancaman El Nino harus dihadapi dengan kesiapan, disiplin, dan kepedulian bersama.
“Bencana bisa dicegah jika semua pihak bergerak bersama,” menjadi semangat yang digaungkan dalam apel kesiapsiagaan tersebut.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Polres Minahasa Selatan, Forkopimda, pejabat Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, unsur TNI, Kejaksaan, Pengadilan Negeri Amurang, serta Kepala Pos SAR Amurang.
Kini, Minahasa Selatan memasang radar kewaspadaan. Musim panas belum berakhir, dan kesiapan menjadi benteng pertama menghadapi ancaman bencana.(***)

