Juni 6, 2026

Efek Lobi Gubernur Yulius Selvanus, Bantuan Pertanian Sulut Naik Tiga Kali Lipat

FB_IMG_1780491337517

Seputarsulutnews.co, Manado– Dari target hanya 15 ribu hektare, Sulawesi Utara mendadak melesat ke angka 50 ribu hektare program jagung nasional lonjakan besar yang menandai menguatnya dukungan pusat terhadap sektor pertanian di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mendapat tambahan besar alokasi bantuan pertanian dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI), menyusul penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat.

Kenaikan paling mencolok terjadi pada program pengembangan tanaman jagung. Jika sebelumnya Sulut hanya diproyeksikan memperoleh alokasi lahan seluas 15 ribu hektare, kini angka tersebut melonjak menjadi 50 ribu hektare.

Lonjakan lebih dari tiga kali lipat itu dinilai menjadi indikator meningkatnya perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan sektor pertanian di Sulawesi Utara.

Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE disebut aktif membangun komunikasi strategis dengan Kementan RI guna memperkuat dukungan terhadap program pangan daerah, termasuk perluasan areal tanam jagung yang menjadi salah satu komoditas unggulan.

Realisasi bantuan mulai berjalan di sejumlah daerah dengan distribusi benih yang telah masuk ke tingkat petani.
Di Kabupaten Bolaang Mongondow, misalnya, sebanyak 73 ton benih telah disalurkan untuk kebutuhan lahan 4.900 hektare. Kabupaten Minahasa Selatan menerima 30 ton benih untuk 2.000 hektare, sementara tambahan untuk 4.000 hektare lainnya masih berproses di tahap kontrak.

Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan juga telah menerima 37,5 ton benih bagi lahan 2.500 hektare. Sementara Kota Tomohon memperoleh 10,5 ton benih untuk pengembangan di area 700 hektare.

Untuk Minahasa Utara, logistik benih sebanyak 53 ton yang diperuntukkan bagi 3.500 hektare dijadwalkan tiba pada pekan ketiga Juni 2026. Sedangkan di Minahasa Tenggara, distribusi 60 ton benih untuk 4.000 hektare kini tengah berlangsung.

Adapun kabupaten/kota lain di Sulawesi Utara saat ini masih menjalani tahapan pengusulan, seleksi, serta verifikasi Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) ke Kementerian Pertanian RI.(***)