Ketua Dewas Dekopin Minut Buka Suara Soal Isu Viral, Tegaskan Belum Ada Laporan Resmi
Seputarsulutnews.co, Manado-Polemik yang ramai diperbincangkan masyarakat dan media sosial terkait dugaan aksi “baku piara” yang disebut-sebut menyeret seorang perempuan yang diduga menjabat Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopin) Minahasa Utara (Minut), mendapat respons resmi dari Ketua Dewan Pengawas (Dewas) Dekopin Minut, Sanny Warouw.
Dalam keterangannya kepada media, Selasa (2/6/2026), Sanny menegaskan hingga saat ini Dewan Pengawas belum menerima laporan resmi terkait isu yang beredar luas tersebut.
Menurutnya, tanpa adanya laporan sah yang masuk secara kelembagaan, Dewas belum memiliki dasar untuk melakukan pemeriksaan maupun langkah investigasi lebih lanjut.
“Sampai sekarang saya sebagai Ketua Dewan Pengawas belum menerima laporan resmi terkait kegiatan yang dimaksud. Jika nanti ada laporan masuk, tentu akan kami kaji apakah masuk ranah privasi atau berkaitan dengan nama baik serta kinerja organisasi,” ujar Sanny.
Ia menjelaskan, informasi yang beredar sejauh ini juga belum menyebut identitas secara jelas dan spesifik. Kondisi itu, kata dia, memicu berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat, termasuk munculnya upaya mengaitkan dirinya dengan isu tersebut.
Karena itu, Sanny merasa perlu memberikan klarifikasi secara terbuka.
Ia mengakui pernah memiliki hubungan pertunangan dengan sosok yang kini menjabat Ketua Dekopin Minut. Namun hubungan tersebut telah berakhir secara baik-baik sekitar lima bulan lalu.
“Saya perlu meluruskan agar tidak terjadi kesalahpahaman. Memang benar kami pernah bertunangan, tetapi lima bulan lalu hubungan itu sudah berakhir dengan baik dan saat ini tidak ada lagi hubungan khusus,” jelasnya.
Di tengah situasi yang memicu perhatian publik, Sanny mengajak masyarakat untuk tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum fakta sebenarnya terungkap.
Ia juga menyatakan dukungannya terhadap langkah yang sedang dilakukan Bidang Hukum Dekopin Minut dalam menelusuri kebenaran informasi yang beredar.
Sanny berharap isu tersebut tidak terbukti benar sehingga tidak semakin mencoreng nama baik organisasi yang selama ini menjadi wadah gerakan koperasi di Minahasa Utara.
“Semua harus dicek dan diverifikasi terlebih dahulu. Jangan sampai informasi yang belum terbukti dianggap sebagai kebenaran. Jika ada persoalan, mari diselesaikan dengan baik sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Meski diterpa isu yang menjadi sorotan publik, Dewan Pengawas berharap Dekopin Minahasa Utara tetap mampu menjaga kepercayaan masyarakat serta terus menjalankan perannya dalam pengembangan dunia perkoperasian di daerah.(yren)
