Mei 4, 2026

“Stop Diskriminasi!” Peringatan Keras Bupati Boltara di Hardiknas 2026

FB_IMG_1777867809170

Seputarsulutnews.co, Boltara – Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara berubah menjadi panggung peringatan tegas soal masa depan pendidikan.

Bupati Boltara, Sirajudin Lasena, secara langsung memimpin upacara dan mengawal penandatanganan komitmen besar: pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026/2027 wajib bersih, transparan, dan tanpa diskriminasi.

Langkah ini bukan sekadar simbolik. Di tengah berbagai sorotan terhadap sistem pendidikan, komitmen ini menjadi sinyal kuat bahwa praktik tidak adil tidak akan diberi ruang.

Tak hanya itu, suasana upacara juga diwarnai penyerahan buku Antologi Puisi Etnik ASEAN, memperkuat pesan bahwa pendidikan bukan hanya soal angka, tapi juga budaya dan jiwa.

Dalam pidato Menteri Pendidikan yang dibacakan, pesan yang disampaikan terasa tajam: pendidikan sejatinya adalah proses memuliakan manusia bukan sekadar rutinitas administratif.

Nilai-nilai Ki Hajar Dewantara kembali digaungkan—asah, asih, asuh—sebagai fondasi yang dinilai mulai tergerus jika pendidikan hanya dikejar dari sisi formalitas.

Lebih jauh, arah pendidikan nasional juga dikaitkan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita, yang menargetkan lahirnya generasi Indonesia yang kuat dan unggul.

Namun peringatan paling keras justru terletak pada satu hal: tanpa perubahan pola pikir, mental yang tangguh, dan misi yang jelas, seluruh kebijakan pendidikan hanya akan berakhir sebagai angka-angka tanpa makna.

Acara ini dihadiri berbagai unsur pimpinan daerah, mulai dari jajaran Forkopimda, OPD, hingga para guru dan siswa yang menjadi saksi komitmen besar yang kini diuji implementasinya.(***)