Juni 16, 2026

Dari Wisma Negara, Pesan Keras Gubernur YSK: Uang Rakyat Tak Boleh Disalahgunakan

Seputarsulutnews.co,Manado– Suasana Wisma Negara mendadak tegang saat Gubernur Sulawesi Utara melontarkan ultimatum keras: siapa pun yang bermain dengan uang rakyat, siap berhadapan dengan konsekuensi.

Forum Komunikasi Eksekutif Pengawasan BPKP Sulawesi Utara menjadi panggung peringatan keras soal integritas pengelolaan keuangan daerah.
Wakil Bupati Bolaang Mongondow Utara, Moh Aditya Pontoh, turut hadir dalam kegiatan strategis yang mempertemukan para kepala daerah dan aparat pengawasan se-Sulawesi Utara tersebut.

Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, tanpa basa-basi menegaskan bahwa praktik korupsi tidak akan ditoleransi. Ia menekankan bahwa pengawasan harus berubah dari sekadar formalitas menjadi sistem yang mampu mendeteksi potensi penyimpangan sejak dini.
APIP, kata dia, harus naik kelas, bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga menjadi penasihat terpercaya bagi pemerintah daerah.

Lebih jauh, Gubernur mengingatkan bahwa setiap anggaran yang dikelola adalah amanah rakyat, sehingga wajib digunakan secara tepat guna dan tepat sasaran.

Dorongan digitalisasi pengawasan pun menjadi sorotan, dengan penerapan sistem CACM yang dinilai mampu memperkuat transparansi dan menutup celah penyimpangan.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala BPKP Sulut Heru Setiawan, jajaran pemerintah provinsi, serta para inspektur daerah dan kepala daerah kabupaten/kota se-Sulawesi Utara.(***)

Exit mobile version