Juni 3, 2026

Air Hilang, Sawah Terancam Mati! Drama Tanggul Jebol di Bolmong, Petani Bertahan dengan Cara Nekat

FB_IMG_1776304216681

Seputarsulutnews.co, Bolmong– Ratusan hektare sawah di Bolmong berada di ujung tanduk setelah tanggul irigasi jebol, petani nekat bertahan dengan perbaikan darurat, sementara bantuan permanen masih dinanti.

Bencana diam-diam menghantam sektor pertanian di Kecamatan Sangtombolang, Bolaang Mongondow. Tanggul irigasi di Desa Cempaka jebol, memutus aliran air yang menjadi sumber kehidupan bagi sekitar 600 hektare sawah di lima desa.

Dampaknya tak main-main. Selain ancaman gagal panen, akses jalan petani ke lahan pertanian ikut terputus, membuat aktivitas pertanian praktis lumpuh.

Penyebabnya adalah hujan deras yang terus mengguyur selama satu bulan terakhir. Air menggerus gorong-gorong hingga runtuh, lalu menyeret tanggul di atasnya hingga jebol.
Di tengah situasi genting, para petani memilih bertahan.

Dengan alat dan bahan seadanya, mereka menyusun batang kelapa sebagai penopang dan pelat seng sebagai jalur air darurat sebuah langkah nekat demi menyelamatkan sawah mereka.

Bupati Bolmong, Yusra Alhabsyi, turun langsung ke lokasi melihat kondisi tersebut. Ia mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, khususnya Dinas PUPR, agar segera melakukan perbaikan permanen.

“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut. Harus ada langkah cepat dan konkret,” tegasnya di lokasi.

Sejumlah pihak turut hadir dalam peninjauan, mulai dari UPTD Wilayah II PUPR Sulut, Dinas PUPR Bolmong, Forkopimcam Sangtombolang, hingga pemerintah desa setempat. Harapannya, koordinasi ini bisa mempercepat solusi sebelum dampaknya semakin meluas.(***)