Mei 12, 2026

“Tak Bisa Ditawar!” Bupati Minsel Ultimatum RSUD Amurang, Investor Ikut Disorot

FB_IMG_1776254317627

Seputarsulutnews.co, Minsel– Pelayanan kesehatan yang lambat dan minim sinergi tak lagi ditoleransi, Bupati Minsel langsung pasang “alarm keras” untuk RSUD Amurang dan dunia usaha.

Suasana rapat di Kantor Bupati Minahasa Selatan, Rabu (15/4/2026), berubah tegas. Bupati Franky Donny Wongkar mengeluarkan peringatan keras: RSUD Amurang harus bertransformasi atau tertinggal.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Bupati menuntut peningkatan layanan kesehatan yang cepat, prima, dan terjangkau. RSUD Amurang disebut sebagai ujung tombak yang tidak boleh gagal memenuhi kebutuhan masyarakat.

Namun sorotan tak berhenti di sana. Dunia usaha dan investor juga diminta ikut ambil bagian dalam pembangunan daerah. Pemerintah membuka pintu lebar dengan kemudahan perizinan, pendampingan, hingga peluang kolaborasi strategis.

Program JKN melalui BPJS Kesehatan kembali ditegaskan sebagai fondasi perlindungan tenaga kerja. Seluruh perusahaan diwajibkan mendaftarkan karyawan mereka, demi menjamin kesehatan sekaligus meningkatkan produktivitas.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga mengincar peningkatan PAD dari sektor pajak dan retribusi, sebagai upaya memperkuat kemandirian fiskal.
Lewat DPMPTSP dan penerapan PP Nomor 28 Tahun 2025, proses perizinan terus dipangkas. Targetnya jelas: investasi meningkat, lapangan kerja terbuka, dan UMKM makin kuat.

Kolaborasi pemerintah dan swasta, termasuk melalui program CSR, diharapkan menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Rapat strategis ini dihadiri Sekda Glady Kawatu, jajaran pejabat daerah, Plt. Direktur RSUD Amurang, pihak perbankan, serta para pelaku usaha yang siap terlibat dalam pembangunan Minahasa Selatan.(***)