Juni 3, 2026

Akhirnya Terungkap! Soal Tenaga Kerja Tambang dan CSR, Bupati Bolsel Bicara Tegas di Depan Perusahaan

Seputarsulutnews.co, Bolsel–Isu panas soal tenaga kerja dan pembagian “kue tambang” di Bolsel meledak ke permukaan, Bupati Iskandar Kamaru langsung turun tangan dan memberi peringatan keras ke semua pihak.

Drama hubungan antara masyarakat lingkar tambang dan perusahaan akhirnya dibuka secara terbuka oleh Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

Lewat Forum Lingkar Tambang yang digelar Rabu (15/04/2026), Bupati Iskandar Kamaru mempertemukan langsung warga dengan pihak PT. J-Resources Bolaang Mongondow (JRBM) dalam satu forum resmi yang sarat tensi.

Di hadapan pejabat daerah, camat, sangadi, hingga perwakilan masyarakat, Bupati menyampaikan pesan tegas: tenaga kerja lokal harus menjadi prioritas utama.
Namun di sisi lain, ia juga memperingatkan masyarakat agar tidak bertindak di luar aturan.

“Jangan ada blokade jalan atau portal. Sampaikan melalui mekanisme. Kita selesaikan dengan dialog,” tegasnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak akan mentolerir aksi sepihak yang berpotensi mengganggu stabilitas daerah.

Menariknya, Bupati juga secara khusus memuji Desa Motandoi yang dinilai tetap kondusif tanpa aksi penutupan akses perusahaan.

Tak hanya soal tenaga kerja, isu CSR juga ikut disorot. Bupati meminta agar dana tanggung jawab sosial benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

“Air bersih, normalisasi sungai, itu yang paling dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Dari sisi perusahaan, PT. JRBM membeberkan data bahwa lebih dari separuh tenaga kerja mereka berasal dari lingkar tambang.

Memasuki 2026, aktivitas tambang dipastikan tetap berjalan dengan tambahan fokus pada eksplorasi dan ekspansi bersama sejumlah kontraktor.

Di saat yang sama, perusahaan mengklaim akan memperkuat program pemberdayaan masyarakat, termasuk penanganan stunting dan dukungan sektor perikanan di wilayah terdampak.

Forum ini kemudian berubah menjadi ajang “adu argumen sehat” antara warga dan perusahaan, dengan berbagai tuntutan dan harapan yang disampaikan secara langsung.
Satu hal yang jelas isu tambang di Bolsel belum selesai, tapi kini mulai diarahkan ke meja dialog.(***)

Exit mobile version