Juni 25, 2026

Selain Tinjau Akses Jalan Kotabunan-Bukaka, Bupati Bantu Relokasi Rumah Warga   

SeputarsulutnewscoBOLTIM – Bupati Bolaang Mongondow Timur Oskar Manoppo, SE, MM, Sabtu (3/5/2025) pagi, meninjau langsung perbaikan akses jalan yang terputus akibat luapan Sungai Ongkobu di Desa Kotabunan, tepatnya di Dusun V Panang, Kecqmatan Kotabunan.
Putusnya ruas jalan penghubung Desa Kotabunan dan Desa Bukaka ini terjadi pada Kamis (1/5/2025), ketika derasnya arus sungai menghantam sisi jalan yang berada tepat di tepi sungai. Akibat kejadian ini, arus lalu lintas dan distribusi barang warga sempat terganggu.
Dalam tinjauan lapangannya, Bupati tidak hanya memantau proses pembukaan jalur alternatif, tetapi juga meninjau langsung upaya pemindahan dua rumah warga yang berada di tepi sungai ke lokasi yang lebih aman.
Sebelumnya, sejumlah rumah lainnya juga telah dipindahkan secara mandiri oleh warga untuk menghindari risiko longsor atau banjir susulan.
“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami juga memastikan akses jalan ini segera normal karena merupakan jalur penting perekonomian masyarakat,” kata Oskar saat ditemui di lokasi.
Pengerjaan jalan alternatif dibantu oleh alat berat milik PT. ASA. Proses pembukaan jalan berlangsung cepat, hanya dalam waktu kurang lebih tiga jam, akses jalan sudah bisa dilalui kendaraan. Hal ini menjadi kabar baik bagi warga, mengingat jalur tersebut merupakan penghubung utama antara ibu kota Kecamatan Kotabunan dan Desa Bukaka.
Selain Bupati, turut hadir dalam kunjungan tersebut Anggota DPRD Boltim Rahman Salehe, unsur Tripika Kecamatan Kotabunan, Camat, Kapolsek, Danramil, serta jajaran eksternal PT. ASA dan sejumlah tokoh masyarakat.
Menurut Bupati, setelah pembukaan akses jalan selesai, pemerintah daerah akan fokus pada penanganan permanen berupa pembangunan tanggul penahan di tebing Sungai Ongkobu yang mengalami kerusakan. Untuk itu, akan ditambah alat berat agar pengerjaan tanggul bisa segera dimulai dan dituntaskan dengan cepat.
“Kami akan pastikan langkah-langkah lanjutan segera dilakukan, termasuk pembangunan tanggul agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
Dengan terbukanya kembali jalur penghubung tersebut, aktivitas warga terutama dalam distribusi komoditas pertanian kini dapat kembali berjalan normal. Pemerintah daerah pun mengimbau warga tetap waspada dan terus berkoordinasi dengan pihak berwenang jika terjadi perubahan kondisi cuaca atau debit sungai.(bm/Adv)
Exit mobile version