April 20, 2026

Hadiri Media Gathering KPU Sulut, Anggota DKPP RI Tio Aliansyah: Penyelenggara Pilkada Taati Kode Etik

0
20240710_102251_copy_1020x765-750x450

Seputarsulutnews.co, Manado-Sukseskan Pilkada 2024, Komisi Pemilihan Umum(KPU) Sulawesi Utara gelar media gathering dengan tema Mewujudkan Sukses Tahapan Pemutakhiran Data Pemilih dan Data Pemilih Berkualitas Dalam Pilkada 2024.

Kegiatan dibuka oleh Ketua KPU Sulut Kenly Poluan, dihadiri puluhan awak media dari media online, media cetak, media elektronik serta radio, berlangsung santai di Rumah Kopi K8 Manado, Rabu(10/7/2024).

Dalam kegiatan ini KPU Sulut menghadirkan narasumber anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, Muhammad Tio Aliyansha S.H., M.H, Ketua Bawaslu Sulut, Ardiles Mewoh, Akademisi Dr Ferry Liando. dipandu Moderator Komisioner KPU Sulut, Lanny Ointu.

DisampaikanTio Aliyansha untuk tahapan Pemilu telah berjalan dan selesai dengan baik berkat kerja dari rekan-rekan KPU Bawaslu beserta jajarannya dengan tidak banyak masalah.

“Kami mengapresiasi dan mudah-mudahan untuk Pilkada nanti berjalan sukses,” ungkapnya.

Dia berharap penyelenggara bekerja profesional dan berintegritas.Tidak hanya komisioner dan badan adhoc, jajaran sekretariat juga harus menaati kode etik dalam penyelenggaraan Pilkada 2024. Peraturan DKPP menjadi pedoman bagi jajaran penyelenggara Pemilu baik KPU Bawaslu jajaran hingga secretariat.

Untuk Pilkada serentak 2024 menurutnya menjadi  tantangan yang besar dan tantangan yang paling berat adalah aktivitas politik secara lokal yang berpotensi konflik politik bagi penyelenggara.

“Akan tetapi bagi KPU dan Bawaslu mempunyai cakupan cukup luas sehingga dalam prosesnya dapat melaporkan akan potensi masalah,” jelas Tio.

“Kami dari DKPP tentunya menerima pengaduan dengan proses pemeriksaan. Tapi ada satu hal yang tidak bisa kami lakukan dan dilarang UU. Kami dilarang karena bersifat pasif, sehingga banyak yang menghubungi lewat telpon maupun Wa itu tidak bisa kami layani, karena kami hanya bersifat pasif menindaklanjuti sesuai laporan. Bisa menanggapi potensi pelanggaran etik yang sedang berjalan atau yang sudah terjadi, kami penyelidikan dan pemeriksaan. Dimana KPU dan Bawaslu yang harus secara update melaporkan perkembangan,” jelasnya.

Kenly poluan mengatakan proses coklit kini capaiannya di Sulawesi Utara sudah mencapai 99 persen. Kendala-kendala yang dihadapi di lapangan pun bisa diatasi. “Pantarlih melakukan proses coklit berulang ulang, karena aktifitas sekarang banyak yang dikebun lagi panen cengkih, jadi disisir dengan baik” imbuhnya.

Ketua Bawaslu Sulut, Ardiles Mewoh menyampaikan beberapa hal terkait pemutakhiran dana pemilih. Dirinya mengingatkan jajaran KPU, tidak hanya mengejar realisasi capaian coklit tapi juga kualitas hasil coklit tersebut. Dia mengungkapkan ada 154 saran perbaikan dari pengawas pemilu ditujukan kepada KPU Kabupaten/Kota serta jajaran di tingkat kecamatan, desa dan kelurahan.

Ia juga mengungkapkan hingga sekarang laporan belum ada yang disanksi oleh DKPP namun masih ada yang masih berproses.

Sementara itu, Dekan FISIP Unsrat, Dr Ferry Liando, mengatakan daftar pemilih juga berkaitan dengan pengadaan logistik. Secara garis besar, dia menekankan ada tiga hal penting yang menjadi alasan data pemilih ini harus diseriusi.

Pertama karena berkaitan dengan hak politik warga negara. Kedua legitimasi, dimana partisipasi pemilih akan naik berangkat dari daftar pemilih. Ketiga dalam rangka mencegah politisasi terhadap penyusunan daftar pemilih. Pasalnya salah satu objek yang sering disengketakan terkait hasil Pemilu dan Pilkada adalah daftar pemilih.

Akhir kegiatan sesi tanya jawab perwakilan media dengan nara sumber.

Turut hadir  dalam kegiatan ini Ketua Divisi Teknis Penyelenggara KPU Sulut Salman Saelangi.(yren)

 

Tinggalkan Balasan