Sadis..!! Diduga Kaka Kandung di Desa Ngidiho Galela Barat, Tewas Ditebas Adik dan Lari Ke Hutan

(Foto Kiri) Korban Dan TKP Lokasi Pengasapan Kelapa Menjadi Kopra di Perkebunan Desa Ngidiho, Kecamatan Galela Barat.(foto:ist)

HALMAHERA UTARA – Sunguh Miris yang dialami Seorang Kaka bernama Yadi Paleha (37) Asal Desa Ngidiho, Kecamatan Galela Barat, Kabupaten Halmahera Utara, diduga harus tewas dengan cara Tragis di tangan Adik Kandungnya sendiri yang berinisial DP alias Dasi (32) warga yang sama. Kejadian tersebut terjadi di Tempat Pengolahan Kelapa, Kebun Fram Lima Desa Setempat, pada Jumat (21/06/2024) Sekira Pukul 20.00 WIT.

Belum tau persis Motif Pembunuhan tersebut, tapi dugaan sementara, dengan luka robek akibat tebasan benda tajam jenis Parang di bagian pipi, leher dan tubuh, mengakibatkan pendarahan hebat, sehingga korban menghembuskan nafas terakhir di tempat.

Saat di Konfirmasi Kapolres Halmahera Utara lewat Kasi Humas Iptu Deny Salaka, SH,. Mengatakan, “Kasus penganiayaan di Desa Ngidiho yang mengakibatkan korban meninggal dunia, sudah dalam penanganan Polsek Galela dan Satreskrim Polres Halmahera Utara. Pasca kejadian Polisi melakukan olah TKP, demi kelengkapan penyidikan,” ungkap Kasi Humas pada Sabtu (22/06/2024).

Dari Informasi yang dirangkum media seputarsulutnews.com menyebutkan, Sarmin Paleha (25), merupakan Adik Bungsu dari Pelaku dan Korban ikut bersama dalam pekerjaan pengasapan Kelapa atau Kopra di TKP. Dalam keterangan Sarmin mengatakan, Kedua Kakanya itu tidak ada masalah apa – apa.

Sebelumnya juga Sarmin hendak menuju ke Desa untuk mengambil makanan dan menganti Sepeda Motor yang dipakai mereka di kebun. Saat dirinya mau beranjak pergi, terdengar Kedua Kakaknya itu terlibat adu mulut menyangkut perkerjaan pengasapan kelapa agar cepat menjadi kopra dan dimasukan kedalam karung sehingga ke esokan harinya orang tua tingal mengangkut kopra, tersebut.

Dari keterangan Sarmin juga terungkap, setelah kembali dari Desa, dirinya bertemu dengan Dua Orang Laki-Laki yang melintas dari arah lokasi pengasapan Kelapa. Sambil menyapa Keduanya Sarmin melanjutkan perjalananya dengan sepeda motor, setibanya di tempat pengasapan Kelapa, Sarmin tidak melihat keberadaan Dua Kakaknya tersebut dan memangil-mangil Keduanya, namun tidak ada jawaban dari Keduanya.

Saat Sarmin melihat ke arah tempat karung pengisian Kopra, dirinya Kaget melihat Kakaknya Yadi, (korban) sudah terlentang tidak bergerak di atas tanah dengan luka robek yang besar. Dengan seketika Sarmin menutupi luka Kakaknya itu dengan baju yang dia gunakan, dan segera mencari pertolongan.

Sekitar 10 Meter berjalan menuju Desa, dari TKP untuk mencari pertolongan. Sarmin bertemu dengan Kedua Lelaki yang sebelumnya bertemu dengan dirinya dijalan menuju kebun. Sarmin meminta pertolongan kepada Kedua Lelaki itu, untuk menjaga korban, karena dirinya akan memberitahukan pihak keluarga di Desa untuk mengevakuasi korban.

Yang membuat Sarmin merasa aneh, Kedua Lelaki yang di minta tolong, untuk menjaga korban, sudah tidak ada di lokasi saat dirinya dan keluarga tiba di TKP untuk mengevakuasi korban. Dugaan sementara, Korban di serang dengan mengunakan senjata tajam jenis Parang oleh pelaku DP yang merupakan adik korban. Karena setelah Sarmin menemukan korban Kakaknya tersebut, Kakaknya yang Satu DP tidak ada di lokasi, sehingga dicurigai sebagai pelaku dan sudah melarikan diri ke Hutan.

Kasus Pembunuhan tersebut kini ditangani pihak Kepolisian untuk mengungkap Peristiwa Pembunuhan di Kebun Desa Ngidiho. (Oke)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Exit mobile version