Cegah Peningkatan Angka Stunting Di Kabupaten Mitra, Rolos Pertegas Keterlibatan SKPD, Camat Serta Hukum Tua.
Mitra.Seputarsulutnews.com.- Guna meningkatkan penurunan angka Stunting di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) yang semakin meningkat, Pemerintah Kabupaten Mitra terus melakukan upaya untuk mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten tersebut. untuk mengantisipasi percepatan naiknya angka stunting, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Mitra melaksanakan Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Rakor tersebut dilaksanakan hari ini kamis (24/8) bertempat di ruang rapat kantor Bupati. Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Asisten Satu Sekdakab Mitra Drs Jani Rolos ME.
Dalam Rakor tersebut terungkap bahwa angka stunting di kabupaten Mitra terus mengalami kenaikan dari target yang di keluarkan pemerintah pusat. Dengan terus ada peningkatan kenaikan stunting di daerah tersebut, maka pemerintah terus melakukan Rakor dengan sasaran mencari solusi bagaimana mengatasi penurunan angka stunting di Kabupaten Mitra.
Dari data yang dikeluarkan oleh dinas kesehatan Kabupaten Mitra, bahwa pada bulan Agustus ini jumlah stunting di Kabupaten Mitra bertambah menjadi 22 persen dari target 14 persen stunting yang ditetapkan pemerintah.
“Sesuai data yang diterimah saat ini, jumlah stunting di kabupaten Mitra bertambah menjadi 150 anak jika di bandingkan dengan bulan lalu yang hanya kisaran 140 anak,” ujar Kadis Kesehatan DR Soleman.
Sementara itu Kepala Dinas P2KB DR Helny Ratuliu MAP mengatakan bahwa penurunan angka stunting di kabupaten Mitra merupakan tanggung jawab kita bersama. Perluadanya kerja sama kita semua, baik pimpinan SKPD, Camat Hukum Tua juga peran serta masyarakat.
“Untuk mempercepat penurunan Stunting di Kabupaten Mitra, harus adanya kerja sama kita semua, baik kepala SKPD, Camat hukum Tua serta masyarakat,” ujar Ratuliu.
Ditambahkan Ratuliu bahwa angka stunting saat ini mengalami keinaikan jika dibandingkan bulan yang lalu.
Upaya upaya tersebut berupa pemberian usapan gisi yang cocok untuk pertumbuhan anak/ bayi, ibu hamil maupun ibu menyusui.
“ini yang perlu diperhatikan oleh kita semua,” ujarnya.
Bupati Mitra James Sumendap SH MH melalui Asisten Satu Sekdakab Mitra Jani Rolos kepada awak media mengatakan bahwa saat ini perlunya penangan cepat untuk menurunkan angka stunting di Mitra.
“Tidak ada gunanya jika setiap dua minggu kita mengadakan pertemuan membahas masalah stunting namun kenyataanya angka initerus meningkat,” ujar Rolos.
Lanjut dikatakan Rolos bahwa salah satu upaya mempercepat penurunan angka stunting,Kabupaten Mitra telah dibentuk Bapak dan Bunda anak stunting. Bapak dan bunda stunting ini merupakan orang tua dari anak stunting dengan harapan mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Mitra.
Selain ini Rolos mengatakan bahwa untuk meminalisir angka stunting di kabupaten Mitra, petugas harus menjemput bola dengan turun langsung ke lokasi di mana ada anak stunting untuk memberikan pelayanan.
Ini semua dilakukan untuk penurunan angka stunting di Mitra. Petugas harus turun langsung ke lapangan bahkan ke tempat di mana ada anak stunting untuk memberikan pelayanan,” pungkas Rolos.
Dalam rakor tersebut terungkap pula Empat ((4) Kecamatan yang sampai saat ini jumlah angka stuntingmasih tinggi. Kecamatan tersebut adalah Kecamatan Posumaen, Kecamatan Belang, Kecamatan Ratahan Timur dan Kecamatan Touluaan.
Hadir dalam Rakor tersebut, seluruh pimpinan SKPD, Camat serta undangan lainnya. (Fredy)
