Juni 4, 2026

Antisipasi Penyebaran Virus ASF, Dinas Pertanian Bentuk Pengawasan Lalin Ternak Di Pintu Masuk Kabupaten Mitra.

0
IMG20221020130958

Mitra.Seputarsulutnews.com.- Pemerintah Kabupaten (Pemakb) Minahasa Tenggara (Mitra) melalui Dinas pertanian melakukan pengawasan lalu lintas ternak terutama ternak babi di pintu masuk Daerah Kabupaten Mitra.

Pengawasan hewan ternak babi tersebut terdapat di Pintu masuk Desa Ratatotok Kecamatan Ratatotok yang berbatasan dengan kabupaten Boltim dan Di desa Pangu Satu Kecamatan Ratahan Timur (Ratim) yang berbatasan langsung dengan kabupaten Minahasa

Kepala Dinas Pertanian yang didalamnya membidangi Peternakan Vecky Monigir ketika dikonfirmasi media ini mengatakan bahwa dibentuknya pengawasan hewan ternak di perbatasan Kabupaten Mitra dan Kabupaten Minahasa serta Kabupaten Mitra dengan kabupaten Boltim adalah untuk mengantisipasi penyebaran penyakit atau virus Afrain Swine Fever (ASF) masuk di Kabupaten Mitra.

“Hari ini kami pekab Mitra dalam hal ini Dinas pertanian telah melakukan pengawasan di perbatasan Kabupaten Mitra dengan maksud untuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran virus atau penyakit (ASF) yang saat ini sedang mewabah di Propinsi Sulawesi Selatan maupun  Selawesi Tengah agar tidak masuk wilayah Kabupaten Mitra,” ujar Monigir.

Selanjutnya Monigir mengatakan, pengawasan ternak tersebut merupakan tindak lanjut instruksi tentang pengawasan ternak babi yang dari luar daerah yang akan masuk  ke Kabupaten Mitra.

Tentunya kalau ada kendaraan yang mengangkut ternak babi, kami akan melakukan pengecekan apakah ternak babi tersebut telah memenuhi syarat, seperti surat keterangan sehat dan layak serta ijin dari pemerintah asal.

“Yang jelas kami terus melakukan pengawasan di perbatasan. Apabila ternak tersebut yang akan melintas di Kabupaten Mitra dan tidak memenuhi syarat serta tidak memiliki dokumen resmi dari instansi terkait termasuk dinas pertanian dan peternakan, maka kendaraan serta ternak tersebut tidak diperbolehkan masuk kabupaten Mitra dan langsung kembali ke daerah asal,” ujarnya.

Sementara itu, menyinggung soal beberapa hewan ternak yang sakit serta ada yang mati, mantan kadis perikanan Mitra menjelaskan bahwa hingga saat ini dinas pertanian melalui bidang peternakan terus melakukan upaya untuk mencegah dengan terus melakukan vaksinasi serta terus melakukan sosialisasi tentang wabah yang terjadi saat ini.

“ ada beberapa sampel/Sweb yang kami lakukan, baik terhadap daging babi segar yang dijual di pasar pasar. Begitupun dengan hewan ternak babi yang sakit terus kami melakukan Sweb dan saat ini dari hasil sampel tersebut sudah di bawah ke Laboratorium Hewan di Manado dan kemudian nantinya akan di bawah di kabupaten Maros untuk selanjutnya akan diperiksa apakah hewan ternak babi tersebut terdapat penyakit atau virus ASF,” sebut Monigir.

Sementara itu Sekretaris Dinas Abdul karim Pontoh melalui Kabid peternakan Meis Hatidja ketika dikomfirmasi mengatakan bahwa pihak Bidang Peternakan terus melakukan monitoring serta pengawasan terhadap ternak babi yang ada di daerah tersebut.

“Semua ternak peliharaan seperti ternak babi, terus kami lakukan pengawasan. Setiap hari tim penyuluh bahkan dokter hewan turun ke lokasi peternak untuk memastikan apakah ternak babi tersebut sehat atau tidak. Namun setelah dievaluasi saat tim turun melakukan monitoring, sebagian besar ternak yang ada di daerah Kabupaten Mitra berada dalam keadaan sehat. Namun diakuinya di satu kandang yang menurut laporan dua ekor ternak babi diambil dari luar Mitra dan saat ini sakit. Namun kami belum bisa memastikan apakah kedua hewan tersebut teridentifikasi virus ASF atau tidak,” ujar Hatidjah.

Hatidja berharap kepada peternak hewan terutama ternak babi agar terus memperhatikan kebersihan kandang maupun hewan peliharaan tetap sehat. (Fredy)

Tinggalkan Balasan