April 19, 2026

Puncak Hari Dharma Karya Dhika ke 77 Tahun 2022, Haris Sukamto: Simak Pesan Menteri Hukum dan HAM

0
IMG_20220819_081846_1024x768

Manado– Jumat (19/08/2022) pagi sekira pukul 08.00 Wita, berlokasi di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Manado, dilaksanakan upacara puncak peringatan Hari Dharma Karya Dhika ke 77 Tahun 2022, di jajaran Kemenkumham Sulut.

Bertindak inspektur upacara Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulut, Haris Sukamto, A.K.S., S.H., M.H. Adapun tema “Dengan Semangat Kebersamaan Kita Tingkatkan Kinerja Kemenkumham Semakin Pasti dan Berakhlak”.

Dalam amanat Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly, dibacakan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulut, Haris Sukamto, A.K.S., S.H., M.H, menekankan beberapa poin penting.

Kata Menteri HAM menjadi organisasi kelas dunia World Class Organization dan memiliki keunggulan kompetitif memasuki era society 5.0.

Pada era ini menempatkan kita semua, utamanya sumber daya manusia sebagai komponen utama yang memiliki kreativitas (creativity)
pemikiran kritis (critical thinking), serta kemampuan komunikasi dan kolaborasi yang baik (communication and collaboration).

Lanjut Sukamto membacakan amanat Menteri, menjalani dinamika usia yang ke-77 ini, diharapkan selunuh jajaran Kementerian Hukum dan HAM agar bekerja dengan baik dari waktu ke waktu didasari tata nilai PASTI dan BerAKHLAK.

Bekerjalah dengan ikhlas, tanpa pamrih serta tanpa cela, berikanlah pengabdian yang terbaik bagi Masyarakat, Kementerian Hukum dan HAM.

Kita bersyukur di usia 77 tahun ini, Kementerian Hukum dan HAM mampu menghaslkan prestasi di tengah segala tantangan yang ada. Diantaranya, Opini atas laporan keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK berhasil diraih untuk yang ke-13 kalinya, Penghargaan predikat Kepatuhan Tinggi Standar Pelayanan Publik Tahun 2021 dari Ombudsman RI, dan beberapa capaian penting lainnya yang bisa dipertahankan dan prestasi lain yang bisa diraih.

Selanjutnya dikatakan Kita harus menjaga komitmen dan konsisten menjadi Insan Pengayoman yang profesional, akuntabel, dan mempunyai terobosan kreatif menyikapi berbagai keterbatasan yang ada.

Ada beberapa poin penting yang harus di sikapi dengan baik:

1. Tahun 2023-2024 situasi politik akan menghangat. Sebagal insan Pengayoman, saya tegaskan seluruh jajaran agar bersikap netral, saya minta ASN netral. Selaku Aparatur Sipil Negara harus mampu menjaga netrelitas dan tidak terjebak poltisasi serta tidak memihak pihak-pihak tertentu.

2. Pandemi COViD-19 masih belum selesai, saya berharap seluruh jajaran dapat menjaga kesenatan dengan sebaik-baiknya seningga kinera dan produktivitas dalam pencapaian target kinerga tidak terganggu.

3. Sikapi berbagai isu terkait krisis energi, pangan, dan keuangan dengan cara menyiapkan rencana dan langkah kontinjensi untuk menghadapu situasi kedaruratan. Selain itu, saya harapkan selurun jajaran memiiki tenggang rasa di tengah keprihatinarn yang ada serta peduli dan membantu terhadap sesama di lingkungan masin-masing.

4 Perkernbangan teknologi harus dimanfaatkan dengan baik untuk dukung dinamika tugas sehingga menjadi lebih cepat, update, dan tingkat akurasi tinggi. Namun juga perlu diwaspadal terhadap adanya kemungkinan serangan kejahatan cyber. Tingkatkanlah penguasaan teknologi sehingga kita mampu memanfaatkan dan mengelola teknologi dengan baik.

5.Berbagei implikasi buruk dari perkembangan situasi dan kondisi yang ada, seperti penyalahgunaan wewenang, penyalahgunaan Narkoba, radikalisme, kejahatan seksual, saya tegaskan tidak boleh terjadi, saya ulangi, tidak boleh terjadi di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM.

Bentengi masing-masing individu Insan Pengayoman dan keluarga dengan iman dan takwa. Mari saling mengingatkan dalam kebaikan dan yang terpenting dari semua itu, masing-masing Pimpinan sesuai tingkatennya mampu memberikan contoh dan ketauladanan.

7. Seluruh harapan saya terscbut di atas, agar dimaknai dan dipahami, selanjutnya agar mengimplementasikan dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab.

Adapun rangkaian acara diantaranya pembacaan sejarah Kemenkumham
Pengibaran bendera Merah putih, Hening Cipta, Pembacaan Teks Pancasila, UUD 1945, penyerahan piagam penghargaan dan ditutup dengan doa.

Hadir dalam upacara puncak peringatan Hari Dharma Karya Dhika ke 77 Tahun 2022, jajaran Kemenkumham se Sulut dan tamu undangan.(wal)Manado– Jumat (19/08/2022) pagi sekira pukul 08.00 Wita, berlokasi di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Manado, dilaksanakan upacara puncak peringatan Hari Dharma Karya Dhika ke 77 Tahun 2022, di jajaran Kemenkumham Sulut.

 

Bertindak inspektur upacara Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulut, Haris Sukamto, A.K.S., S.H., M.H. Adapun tema “Dengan Semangat Kebersamaan Kita Tingkatkan Kinerja Kemenkumham Semakin Pasti dan Berakhlak”.

 

Dalam amanat Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly, dibacakan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulut, Haris Sukamto, A.K.S., S.H., M.H, menekankan beberapa poin penting.

 

Kata Menteri HAM menjadi organisasi kelas dunia World Class Organization dan memiliki keunggulan kompetitif memasuki era society 5.0.

 

Pada era ini menempatkan kita semua, utamanya sumber daya manusia sebagai komponen utama yang memiliki kreativitas (creativity)

pemikiran kritis (critical thinking), serta kemampuan komunikasi dan kolaborasi yang baik (communication and collaboration).

 

Lanjut Sukamto membacakan amanat Menteri, menjalani dinamika usia yang ke-77 ini, diharapkan selunuh jajaran Kementerian Hukum dan HAM agar bekerja dengan baik dari waktu ke waktu didasari tata nilai PASTI dan BerAKHLAK.

 

Bekerjalah dengan ikhlas, tanpa pamrih serta tanpa cela, berikanlah pengabdian yang terbaik bagi Masyarakat, Kementerian Hukum dan HAM.

 

Kita bersyukur di usia 77 tahun ini, Kementerian Hukum dan HAM mampu menghaslkan prestasi di tengah segala tantangan yang ada. Diantaranya, Opini atas laporan keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK berhasil diraih untuk yang ke-13 kalinya, Penghargaan predikat Kepatuhan Tinggi Standar Pelayanan Publik Tahun 2021 dari Ombudsman RI, dan beberapa capaian penting lainnya yang bisa dipertahankan dan prestasi lain yang bisa diraih.

 

Selanjutnya dikatakan Kita harus menjaga komitmen dan konsisten menjadi Insan Pengayoman yang profesional, akuntabel, dan mempunyai terobosan kreatif menyikapi berbagai keterbatasan yang ada.

 

Ada beberapa poin penting yang harus di sikapi dengan baik:

 

1. Tahun 2023-2024 situasi politik akan menghangat. Sebagal insan Pengayoman, saya tegaskan seluruh jajaran agar bersikap netral, saya minta ASN netral. Selaku Aparatur Sipil Negara harus mampu menjaga netrelitas dan tidak terjebak poltisasi serta tidak memihak pihak-pihak tertentu.

 

2. Pandemi COViD-19 masih belum selesai, saya berharap seluruh jajaran dapat menjaga kesenatan dengan sebaik-baiknya seningga kinera dan produktivitas dalam pencapaian target kinerga tidak terganggu.

 

3. Sikapi berbagai isu terkait krisis energi, pangan, dan keuangan dengan cara menyiapkan rencana dan langkah kontinjensi untuk menghadapu situasi kedaruratan. Selain itu, saya harapkan selurun jajaran memiiki tenggang rasa di tengah keprihatinarn yang ada serta peduli dan membantu terhadap sesama di lingkungan masin-masing.

 

4 Perkernbangan teknologi harus dimanfaatkan dengan baik untuk dukung dinamika tugas sehingga menjadi lebih cepat, update, dan tingkat akurasi tinggi. Namun juga perlu diwaspadal terhadap adanya kemungkinan serangan kejahatan cyber. Tingkatkanlah penguasaan teknologi sehingga kita mampu memanfaatkan dan mengelola teknologi dengan baik.

 

5.Berbagei implikasi buruk dari perkembangan situasi dan kondisi yang ada, seperti penyalahgunaan wewenang, penyalahgunaan Narkoba, radikalisme, kejahatan seksual, saya tegaskan tidak boleh terjadi, saya ulangi, tidak boleh terjadi di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM.

 

Bentengi masing-masing individu Insan Pengayoman dan keluarga dengan iman dan takwa. Mari saling mengingatkan dalam kebaikan dan yang terpenting dari semua itu, masing-masing Pimpinan sesuai tingkatennya mampu memberikan contoh dan ketauladanan.

 

7. Seluruh harapan saya terscbut di atas, agar dimaknai dan dipahami, selanjutnya agar mengimplementasikan dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab.

 

Adapun rangkaian acara diantaranya pembacaan sejarah Kemenkumham

Pengibaran bendera Merah putih, Hening Cipta, Pembacaan Teks Pancasila, UUD 1945, penyerahan piagam penghargaan dan ditutup dengan doa.

 

Hadir dalam upacara puncak peringatan Hari Dharma Karya Dhika ke 77 Tahun 2022, jajaran Kemenkumham se Sulut dan tamu undangan.(wal)

 

Tinggalkan Balasan