April 24, 2026

BPJN Bungkam, Polda Sulut Diminta “Turun Tangan” Pasca Terjadinya Longsor Di Area Pertambangan. Ini Penjelasan Perusahaan dan Pemkot Setempat

0
01815EE8-1742-457E-99B6-8F718F0A481C

SEPUTARSULUTNEWS, Bitung—

Pasca terjadinya Longsor parah yang menghubungkan akses antara Likupang, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dan Kota Bitung tepatnya di Desa Pinenenk, Kabupaten Minahasa Utara dan ruas Jalan Kayuwale, Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, menimbulkan sejumlah pertayaan bagi masyarakat Sulawesi Utara.

“Lingkungan jadi rusak, Saya menduga akibat adanya aktivitas tambang membuat terjadinya longsor, bisa jadi dikarenakan pengeboman dengan menggunakan sianida. Ada sekitar 50 sampai 70 meter tanah yang amblas, akibatnya jalur perekonomian mandet hingga saat ini, lantas siapa yang harus bertanggung jawab? Pihak BPJN dan MSM harus bertanggung jawab penuh dalam hal ini. Balai Jalan jangan terkesan bertele-tele dalam menyikapi kepastian jalan kepada masyarakat maupun pengguna akses Likupang-Bitung. Saya meminta Kapolda Sulut untuk mengusut tuntas kasus ini karna menyangkut hajat hidup orang banyak terlebih anak cucu kita nanti” Ujar Aktivis Risat Sanger kepada media ini.

Menyikapi hal tersebut, pihak manajemen perusahaan pertambangan dari PT. Meares Soputan Meaning (MSM) dan PT. Tambang Tondano Nusajaya (TTN) Yusak selaku manager melalui Hery Rumondor Deputy Manager External Relation/Juru Bicara PT MSM & PT TTN menjelaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah Kota Bitung dan pihak terkait lainnya untuk penanganan kedepan.

“Fokus kami pada penanganan akses jalan, agar tidak menghambat aktivitas masyarakat dengan pengalihan akses jalan, perusahaan telah membangun jalan alternatif sejauh 800 meter dengan berkoordinasi langsung dengan pemerintah setempat dan stakeholder terkait. Mengingat, sejak tanggal 23 Desember 2021 lalu sudah terlihat adanya keretakan di lokasi longsor” Jelas Inyo sapaan akrabnya didampingi Roy Karundeng.

Sementara itu Walikota Bitung Ir. Maurits Mantiri, M.M melalui Camat Ranowulu Andre R. Rantung saat dikonfirmasi menjelaskan bahwasannya sejak tanggal 23 Desember 2021 lalu sudah ada pemberitahuan dari pihak kelurahan dan PT. MSM terkait adanya penimbunan jalan sampai tanggal 29 Desember 2021. Kemudian Pada tanggal 1 Januari 2022, malam hari pihak kecamatan mendapatkan laporan dari pihak kelurahan, bahwa jalan sudah bablas ke bawah sekitar satu sampai dua meter.

“Pagi hari sekitar pukul 06.00 Wita kami menerima laporan tersebut dan langsung berkoordinasi dengan pak Wali. Dari pengamatan kami, dilokasi Pinasungkulan pada waktu kejadian memiliki curah hujan yang cukup tinggi, kebetulan juga di situ ada galian optik yang memang terjadi penggenangan, karena jalan di situ memiliki hole. Kini para pengendara melewati jalan alternatif yaitu jalan perkebunan yang menuju jalan Alaska,” Tutupnya.

Media ini pun mencoba menghubungi Pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Erik A Singarimbun ketika ingin dikonfirmasi melalui nomor ponselnya +62 81*23**-*** tak memberikan jawaban, begitupun melalui Kasatker Jimmy A melalui nomor ponselnya +62 81-54**-****. (Ras)

Tinggalkan Balasan