Juni 4, 2026

Lecehkan Adat Bolsel, Tokoh Masyarakat dan Adat Minta Kapolda Copot Jabatan Kapolres Bolsel

0
E1C36B89-335F-486D-BE06-DD4C94D5CBBD

SUARASULUT.COM,BOLSEL—Sejumlah tokoh adat di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan(Bolsel),  terdiri dari empat suku Gorontalo, Bolango, Mongondow dan Sanger datangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bolsel atas tidak hadirnya kapolres Bolsel Yuli Kurnianto, di HUT ke-13 Bolsel  diadakan di- kantor DPRD Senin, (26/27/2021).

Tokoh adat Bolsel, Zulkarnain M. Ointu, mengatakan kedatangan pihaknya di – kantor DPRD atas tindaklanjut pernyataan H. Herson Mayulu S.IP, selaku petinggi adat Bolsel pada paripurna hut ke -13 Bolsel kamis, (22/07/2021 ) atas ketidak hadiran kapolres Bolsel Yuli Kurnianto pada agenda paripurna HUT Bolsel.

“Jadi kami tandatangani itu adalah bentuk dukungan untuk petinggi adat bolsel Hi Herson Mayulu (H2M) tentang pernyataan di acara paripurna tersebut. Jadi kami dari suku etnis mendukung sepenuhnya apa di sampaikan H2M,” tuturnya.

Lanjutnya, Bolsel adalah merupakan kabupaten menjunjung tinggi nilai adat istiadat serta tradisi yang telah di jalankan oleh para leluhur sejak dahulu Dan adat istiadat yang ada merupakan kearifan lokal harus di lestarikan serta meliputi upacara ketika  melakukan penjemputan tamu baik upacara kematian, pernikahan, kelahiran, penobatan, serta masih ada beberapa upacara lainya dan yang sampai hari ini masih terus di lestarikan.

Sedangkan HUT Bolsel adalah acara untuk peringatan berdirinya Kabupaten ini dan merupakan kearifan lokal yang selalu di adakan setiap tahun. Serta tradisi sudah berjalan cukup lama dari tahun ketahun setiap HUT Bolsel di adakan,” tambahnya.

Sehingganya ketika sengaja mengabaikan kegiatan ini adalah bentuk ketidak hormatan akan adat istiadat dan budaya yang telah menjadi tradisi lokoal ini. Dan merupakan pelecehan bagi adat masyarakat Bolsel. “Kapolres ketika datang menginjakan kaki di tanah Bolsel ini, itu diterima dengan adat. berarti Kapolres juga merupakan bagian dari masyarakat adat Bolsel. Sementara Kapolres Yuli Kurnianto tidak hadir dalam paripurna hut ke-13 bolsel,” tegasnya.

“Ini sudah bentuk pelecehan terhadap adat di Kabupeten Bolsel. Kami minta Kapolda Sulut mencopot jabatan Kapolres Bolsel,” tegas tokoh adat dan masyarakat Bolsel.

Sementara itu, Ketua DPRD Bolsel, Arifin Olii, mengatakan kedatangan para masyarakat adat di gedung rakyat tersebut diterima secara kelembagaan. Selanjutnya, kata Arifin, apa yang menjadi aspirasi secepatnya akan ditindaklanjuti.(jamal)

Tinggalkan Balasan