April 18, 2026

Gubernur Olly Ajak Mari Jo Bakobong

0
FB_IMG_1595219749655

SUARASULUT COM,MANADO–“Mari jo bakobong” gerakan menanam ini dicanangkan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey bersama Ketua TP PKK Sulut Ibu Rita Tamuntuan saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Kotamobagu dan Kabupaten Bolaang Mongondow, Senin (20/7/2020).

Di Kotamobagu, Gubernur Olly dan Ibu Rita mencanangkan gerakan mari jo bakobong, melakukan panen bawang dan mensosialisasikan Pergub Sulut No. 44 tahun 2020 tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman (AKB M2PA) Covid-19.

Gubernur Olly mengapresiasi hasil panen bawang di Kotamobagu yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

“Tadi kita panen bawang itu sangat baik sekali, rata-rata jo 10 ton per hektar, 10 ton kalo depe harga Rp. 50 ribu 1 hektar Rp. 500 juta, biaya tanam, biaya bibit dan segala macam paling kurang Rp. 150 juta jadi masih bisa dapat Rp. 350 juta per hektar dalam waktu 60 hari. Dalam waktu 60 hari atau 2 bulan kalo 1 hektar itu ada 10 orang tinggal dorang berbage berapa dorang pe penghasilan 1 bulan,” kata Olly.

Menurut Olly, ketersediaan komoditi bawang dan tanaman pangan lainnya mampu menekan inflasi sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi Sulut di tengah pandemi Covid-19.

“Ini sangat mendorong karena bawang di Sulut masih banyak juga bawang kadang-kadang kalo inflasi nae torang kirim kamari bawang dari Brebes kirim kamari, jadi kebutuhan bawang di Sulut dengan apa yang kita tanam sekarang masih bisa beking dabu-dabu, karena kebutuhan bawang di Sulut sangat baik, sangat banyak karena juga permintaan dari luar Sulut sangat tinggi, misalnya dari Maluku Utara, dari Papua,” tandas Olly.

“Nah ini yang berdampak inflasi Sulut yang sangat juga mengkhawatirkan kita karena kadang-kadang kalo di luar Sulut harganya Rp. 120 ribu dorang so nda jual di pasar Rp. 55 ribu langsung dorang pi bawa sehingga pasar kita kosong, inflasi di Sulut naik, nah ini yang harus kita jaga kita kerjasama semua di Provinsi Sulut sehingga pertumbuhan ekonomi kita baik, kita bersyukur karena semester 1 pertumbuhan ekonomi kita sangat baik 4,2 persen kemarin saya laporkan ke Pak Presiden, Presiden juga bingung karena pertumbuhan ekonomi masih 4,2 daerah laeng sudah minus,” lanjutnya.(wal)

Tinggalkan Balasan