Mei 28, 2026

Enam Tahun Terakhir, 80 Warga Talaud Positif HIV-AIDS, Bupati Elly Tegaskan Sosialisasi Penanggulangan

0
IMG-20200312-WA0126

SUARASULUT.COM, TALAUD – Penderita penyakit Human Immunodeficiency Virus, (HIV) merupakan virus yang bisa menyebabkan sebuah kondisi yang menimbulkan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) sehingga menyebabkan kerusakan serius pada sistem imun. Menurut data yang dirangkum media ini, jumlah pegidap virus mematikan HIV-AIDS di Kabupaten Kepulauan Talaud tercatat, sebanyak 80 Orang.

Penyebaran penyakit, yang berupa virus mematikan di Kabupaten Talaud, sudah beberapa tahun ini terus meningkat. dr. Elly Engelbert Lasut, M.E. bersama Wakil Bupatinya Moktar Arunde Parapaga Selaku pimpinan baru di Kabupaten yang berada di wilayah perbatasan ini menyampaikan, “Kita tahu semua, bahwa penyebaran virus mematikan ini, bisa di antisipasi mulai diri sendiri dan mengsosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat, untuk bahaya virus HIV-AIDS. Kita bukan seperti Kabupaten lain yang ada campur tangan dari negara tetangga untuk mencegah penularanya dengan alat yang cangih,” kata Bupati dengan gelar Dokter itu.

Sebagai Bupati yang pernah menjabat di Talaud, dirinya sangat paham dan mengerti keadaan ASN yang bertugas disini. “Jangan sekali-kali bermain dengan virus HIV-AIDS, jangan sampai ASN yang menambah daftar penderita penyakit mematikan itu. Di tegaskan pula buat ASN Talaud, bisa menghimbau masyarakat serta peduli dengan penularan virus tersebut,” tambah Bupati Talaud.

Di sisi lain Irma Cristiani Pontoh, Amd. Kep, sebagai pengelola Program HIV di Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud, trlah mencatat, sampai tahun 2019, terdapat 80 masyarakat Talaud yang teridentifikasi pengidap HIV – AIDS, “Sejak Tahun 2013 hingga 2019 terdata ada 80 orang positif, dan 11 orang telah meninggal Dunia,” ungkap Pontoh.

Terungkap juga, virus mematikan itu, penularanya lewat hubungan intim dengan orang yang sudah tertular virus dari luar daerah dan datang di Kabupaten Talaud. “Penularannya melalui hubungan intim dengan orang dan dari luar daerah, kemudian sudah terinveksi, lalu kembali ke Talaud, juga penularanya oleh, Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender disingkat LGBT, ” tutupnya.(Oke)

Tinggalkan Balasan