Oktober 16, 2026

Bupati Michael Thungari Tutup Operasi Karhutla Gunung Api Awu, Relawan Diberi Penghargaan

FB_IMG_1792117992698

Seputarsulutnews.co, Sangihe — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe resmi menutup operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan hutan lindung Gunung Api Awu, Kamis (15/10/2026).

Penutupan ditandai dengan apel di Lapangan Gelora Santiago, Kelurahan Tona II, Kecamatan Tahuna Timur, yang dipimpin langsung Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, S.E., M.M.

Apel tersebut dihadiri Wakil Bupati Tendris Bulahari, Penjabat Sekretaris Daerah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), unsur TNI-Polri, serta para relawan yang terlibat dalam penanganan kebakaran.

Dalam kesempatan itu, Thungari menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membantu mengatasi kebakaran.

Kontribusi mereka dinilai penting dalam melindungi keselamatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Gunung Api Awu.

Sebagai bentuk penghargaan, pemerintah daerah menyerahkan sertifikat kepada para relawan serta memberikan upah lelah yang disalurkan secara nontunai melalui rekening masing-masing sesuai ketentuan yang berlaku.

Penghargaan tersebut, menurut pemerintah daerah, bukan semata-mata dinilai dari besaran materi yang diberikan, melainkan menjadi bentuk pengakuan atas semangat kemanusiaan, kepedulian, dan pengabdian para relawan.

Ke depan, Pemkab Kepulauan Sangihe akan berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan instansi terkait untuk merangkul komunitas pencinta alam, mahasiswa pencinta alam, serta berbagai komunitas anak muda ke dalam wadah relawan kebencanaan yang dibina melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Wadah tersebut diharapkan menjadi kekuatan pendukung dalam upaya pencegahan, kesiapsiagaan, hingga tanggap darurat bencana. Pembinaan akan dilakukan melalui pelatihan yang terencana dan berkelanjutan, sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk terlibat aktif dalam kegiatan kemanusiaan.

Sementara itu, terkait kabut asap yang dilaporkan terasa di sejumlah wilayah, termasuk Sulawesi Utara dan Pulau Sangihe, sumbernya masih perlu dipastikan berdasarkan informasi dari instansi berwenang. Fenomena tersebut diduga berkaitan dengan kebakaran hutan di Papua, tetapi dugaan itu belum dapat dipastikan.

Pemerintah daerah memastikan api di kawasan Gunung Api Awu telah padam. Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap.
Warga yang mengalami kondisi kabut asap pekat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker yang sesuai, serta memberikan perlindungan ekstra kepada anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat yang rentan mengalami gangguan pernapasan.

BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Kehutanan juga diminta tetap siaga serta memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi perkembangan situasi.

Penutupan operasi ini menjadi momentum bagi Pemkab Kepulauan Sangihe untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana, sekaligus membangun keterlibatan masyarakat dan generasi muda dalam menjaga keselamatan lingkungan.(***)