24 Jam Tak Minum Obat, Petugas Langsung Bergerak! SANTER-TB Jadi Terobosan Baru Bupati Sangihe Michael Thungari Berantas Tuberkulosis
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82?
Seputarsulutnews.co, Sangihe– Satu hari tidak minum obat, sistem langsung berbunyi. Jika pasien tetap mengabaikan pengobatan, petugas kesehatan akan datang ke rumah. Itulah langkah tegas yang kini diterapkan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam perang melawan tuberkulosis.
Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran Sistem Akselerasi Nusantara Tangguh Eliminasi Tuberkulosis (SANTER-TB) di Tahuna Beach Hotel and Resort, Senin (6/7/2026), yang diresmikan langsung oleh Bupati Michael Thungari.
Acara itu turut dihadiri Wakil Bupati Tendris Bulahari, Ketua DPRD Denny Roy Tampi, unsur Forkopimda, akademisi, tokoh agama, tenaga kesehatan, serta kader TB dari seluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe.
SANTER-TB merupakan inovasi yang dikembangkan Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Handry Pasandaran, M.E., sebagai jawaban atas persoalan pasien TB yang menghentikan pengobatan sebelum sembuh.
Menurut Bupati Michael Thungari, menghentikan pengobatan sebelum waktunya bukan sekadar membuat pasien sulit sembuh, tetapi juga meningkatkan risiko munculnya kekebalan terhadap obat.
Karena itu, aplikasi ini dirancang agar setiap pasien tetap berada dalam pengawasan hingga seluruh rangkaian terapi selesai.
Michael juga menegaskan tuberkulosis bukan penyakit yang harus ditakuti secara berlebihan. Ia meminta masyarakat menghentikan stigma terhadap penderita karena TB tidak menular melalui sentuhan ataupun berbagi makanan.
Lebih jauh, pemerintah daerah justru mendorong semakin banyak kasus ditemukan sejak dini. Menurutnya, pasien yang terdata akan lebih cepat memperoleh pengobatan sehingga risiko penularan dapat ditekan.
Kepala Dinas Kesehatan, dr. Handry Pasandaran, menjelaskan aplikasi tersebut menghubungkan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan TB ke dalam satu sistem digital terpadu.
Melalui fitur Electronic Directly Observed Treatment (iDOT), pasien atau anggota keluarga cukup mengunggah video saat mengonsumsi obat. Bukti tersebut menjadi dasar pemantauan kepatuhan terapi secara real time.
Jika selama 24 jam tidak ada aktivitas minum obat yang tercatat, sistem otomatis mengirimkan peringatan kepada petugas kesehatan. Apabila belum ada respons, petugas akan melakukan kunjungan langsung ke rumah pasien.
Dengan inovasi ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe berharap pengobatan pasien berlangsung lebih disiplin, angka putus obat dapat ditekan, dan target eliminasi tuberkulosis dapat dicapai melalui pemanfaatan teknologi digital.(***)
