Terkait Pemberitaan Nasional, Masyarakat Menolak Talaud Dijadikan Opsi WNI Terjangkit Virus Corona
SUARASULUT.COM, TALAUD – Bertambahnya korban tewas dari wabah virus corona dari Cina terus bertambah korban dari hari ke hari. Hingga kini diketahui korban tewas dalam pemberitaan naasional sudah mencapai 813 orang di dunia, bertambah dari pagi tadi 806 orang. Dari jumlah itu, Cina sebanyak 811 orang, ditambah 1 Hong Kong dan 1 Filipina.
Dengan adanya pemberitaan Media online Nasional “Pulau Terluar Atau Perbatasan Jadi Opsi Pulau Isolasi Penyakit Menular” dikutip dari KOMPAS.com Menteri Koordinator Bidang Hukum Politik dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, mengungkapkan Banyak opsi daerahnya dimana saja, misalnya Natuna sendiri adalah opsi, Sangihe Talaud opsi, Morotai juga opsi. Banyaklah, ada atau 7 opsi yang disebut tapi kita belum putuskan, ini kan untuk jangka panjang, kata Menko Polhukam.
Menurut pemberitaan nasional itu Kabupaten Talaud diusulkan menjadi salah satu lokasi karantina WNI dari negara yang sedang diterpa virus corona atau virus wuhan tersebut.
Dengan adanya pemberitaan itu, lapisan masyarakat Talaud menolak rencana pemerintah tersebut. “Kami menolak Kabupate Kepulauan Talaud atau Tanah Porodisa ini dijadikan tempat karantina WNI dari China yang terjangkit virus Corona,” ujar Ketua Presidium Masyarakat Adat Talaud Kristian B. Aesong. S.Pd, kemarin.
Menurut Aesong, rencana dalam pemberitaan tersebut meresahkan masyarakat di wilayah perbatasan, apalagi bakal menjadi tempat karantina.
“Jika memang pemerintah menjadikan Kabupaten Talaud tempat karantina WNI yang terjangkit virus, bisa akan melumpuhkan Kabupaten Talaud disegala sisi,” ugkap Ketua Presidium Masyarakat Adat Talaud.
Menurutnya, pemerintah harus memikirkan kembali hal itu. Selain itu Kabupaten Talaud merupakan Daerah otonomi yang masih dalam tahap perkembangan.
Tokoh pemuda Talaud, Ofrin Maarisit juga menambahkan, untuk menolak rencana pemerintah lewat pemberitaan yang akan mengkarantina penyakit mematikan di dunia saat ini.
“Saat datangnya WNI dari Wuhan, dikawatirkan akan menimbulkan masalah baru, Kabupaten Talaud yang dalam polemik pelantikan Bupati, masih dalam kondisi merangkak untuk bisa bangkit kembali akan kembali terpukul jika diharuskan mengurus WNI dari Wuhan ini,” kata Maarisit.
Menurutnya, pemerintah jangan melihat sebelah mata masyarakat perbatasan dan tidak menjadikan Talaud tempat penampungan warga yang diindakasikan terpapar virus corona. Dampak dari hal ini akan sangat buruk kepada perekonomian Masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud.(Oke)
