Hadiri Pesta Adat Tulude di Dodap Pantai, Bupati Boltim Bakal Gelar Fastival Kue Tamo
Seputarsulutnews.co, BOLTIM–Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Dr (c) Sam Sachrul Mamonto, S.Sos., M.Si, (SSM) di dampingi Ketua TP PKK Kabupaten Boltim Ny. Seska Ervina Budiman, S.Sos, (SERBU) menghadiri upacara adat Tulude tahun 2024 yang di gelar Etnis Nusa Utara di Desa Dodap Pantai, Kecamatan Tutuyan, Rabu (7/2/24).

Diketahui Bupati selain didampingi jajaran pejabat di teras Pemkab Boltim, Kapolres Boltim AKBP Sugeng Setyo Budi dan perwakilan dari Kodim 1303 Bolmong juga turut hadir memeriahkan pesta etnis Nusa Utara itu.
Upacara Tulude di buka dengan tarian adat Masamper oleh puluhan pria berdarah Sangihe.
Terpantau juga, usai mempersembahkan Tarian Adat Masamper sebagai pembuka, di lanjutkan dengan pertunjukkan bahasa nasehat oleh salah satu tokoh adat etnis Nusa Utara yang di tutup dengan pemotongan Kue Tamo.

Bupati Boltim dalam pidatonya mengatakan, acara adat seperti ini wajib terus di lestarikan.
“Ini adalah budaya dan warisan peninggalan Nenek Moyang leluhur kita dari Nusa Utara. Saya memang berdarah Mongondow, namun istri saya berdarah Sangihe. Kita dari berbagai suku datang menyatu di sini sebagai penghargaan kepada saudara – saudara Etnis Nusa Utara Kabupaten Boltim terkhusus di Dodap bersatu,” ucapnya.
Lanjut bupati, dirinya mengenakan pakaian adat Sangihe lengkap dengan Pin Bupati Boltim sebagai bentuk penghargaan buat etnis Nusa Utara.“Saya di sini berdiri sebagai tokoh adat karena memakai baju adat Sangihe lengkap dengan pin bupati. Mengenakan pakaian ini murni untuk menghargai adat Nusa Utara,” ujarnya.
Mengingat tahun 2024 ini adalah tahun politik, orang nomor satu di Kabupaten Boltim itu menegaskan, budaya dan politik tidak bisa di samakan.“Jika politik akan memecahkan kita, maka budaya yang akan menyatukan kita kembali. Jangan selalu membawa politik dalam acara – acara adat seperti ini. Jangan memaksa menyetarakan politik dan budaya, karena jika di paksakan, itu sama dengan kiamatnya suatu Negara,” tegas bupati.
Bupati berpesan, jika berpolitik maka lakukanlah politik santun.
“Jangan setiap ada acara selalu di sangkutpautkan dengan politik. Mencela dan mencoba meredupkan cahaya orang lain adalah hal yang tidak patut di contoh. Saya ingtakan lagi, politik adalah politik, dan budaya adalah budaya. Jangan di dudukkan dalam satu bangku,” pesannya.
Bupati yang di kenal sangat menghargai berbagai suku dan budaya itu, di ketahui sangat mendukung penuh setiap ada gelaran acara adat yang di gelar setiap suku di Kabupaten Boltim.
“Di wilayah Modayag saya sudah menggelar Java Fest atau Festival Jawa, Sementara di Kecamatan Mo’oat yang penduduknya adalah Suku Minahasa juga sudah saya gelar MHF atau Mo’oat Horticulture Fest, sedangkan di Kecamatan Tutuyan saya gelar Festival Kabela untuk etnis saya sendiri, yaitu Mongondow. Nah untuk saudara – saudara saya Etnis Nusa Utara, saya akan gelar Festival Kue Tamo setiap tahunnya,” katanya.

Kue Tamo memiliki makna yang mendalam menurut Etnis Nusa Utara.“Kenapa saya tahu makna dari Kue Tamo, itu karena istri saya. Menurut Mama Icat (Seska Ervina Budiman), makna dari pemotongan Kue Tamo adalah mensyukuri apa yang di berikan Tuhan. Mulai dari anugerah, rejeki dari hasil pertanian dan laut serta berkat – berkat lainnya. Sehingga wajib bagi kita semua untuk terus melestarikan adat dan budaya Tulude yang nanti akan lebih di meriahkan dengan Festival Kue Tamo,” pungkas bupati. (Bm*)
