Juli 8, 2026

Hadiri MPF 2022, FDW : Manfaatkan Lahan Pertanian Untuk Pertumbuhan Ekonomi

0
74EE6823-4CB7-40BD-BED4-F8294A505184

Minsel – Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, SH (FDW) menghadiri puncak perayaan Modoinding Potato Festival (MPF) Tahun 2022, yang digelar di Kecamatan Modoinding, pada Sabtu (22/10).

Kegiatan tersebut mengusung Tema “Bersinergi Memulihkan Ekonomi Bangsa” dengan Tajuk “Modoinding Membagi Berkat”, ini digelar selama 3 hari berturut-turut, mulai dari 20 hingga 22 Oktober 2022.

MPF tahun ini merupakan MPF ke-7 setelah vakum selama 2 tahun dikarenakan pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Panita pada MPF 2022 ini adalah Pria Kaum Bapa GMIM Jemaat Sion Pinasungkulan.

Puncak acara MPF 2022 ditandai dengan ibadah Syukur bersama dan dilanjutkan dengan karnaval kendaraan hias dari berbagai jenis hasil holtikultura oleh puluhan denominasi gereja dan kelompok tani yang ada. Sebanyak 5 kendaraan hias dari jajaran Pemkab Minsel juga turut memeriahkan kegiatan ini.

Pada Ibadah syukur penutupan MPF ke-7 yang dipimpin Wakil Ketua BPMS GMIM Bidang Ajaran dan Tata Gereja Pendeta Dr Djolly Sondakh, dalam khotbanya yang diambil dalam Penghotbah 5 : 1 dan Mazmur 65 :10-13, mengingatkan Gereja untuk senantiasa beryukur atas berkat Tuhan melalui tanah yang subur di wilayah Modoinding.

“Demikian juga warga Gereja agar takut akan Tuhan, rajin bekerja menggiatkan Pertanian. Sebab dari hasil pertanian Tuhan memberikan berkat, dari berkat kita mempersembahkan yang terbaik untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan,” ujarnya seraya berharap MPF kedepan akan lebih dikembangkan seperti agenda Tomohon International Flower Festival (TIFF).

Ketua Panitia Penatua Jones Kaseger dalam laporannya menyebutkan bahwa, pelaksanaan MPF ke-7 Tahun 2022 merupakan wujud ucapan syukur wilayah Modoinding karena memiliki tanah yang diberkati serta keterpanggilan warga Gereja untuk memulihkan ekonomi bangsa akibat pandemi Covid-19.

“MPF 2022 dilaksanakan berbagai lomba kesenian dan parade kendaraan hias. Terima kasih kepada seluruh pihak sehingga MPF ke-7 berjalan dengan baik,” ujarnya seraya berharap kedepan MPF akan diberdayakan sehingga akan menjadi agenda Pemkab Minsel agar semakin spektakuler dan melibatkan peserta dari tingkat Nasional bahkan International.

Sementara itu, Bupati Minsel FDW saat memberikan sambutan pada acara puncak MPF ke-7 memberikan apresiasi kepada seluruh warga bahkan penggagas kegiatan event tersebut.

“Modoinding membagi berkat sangat tepat berkaitan dengan situasi pandemi Covid-19. Kita harus memiliki sense of crisis. Apalagi ada jutaan warga di dunia saat ini mengalami kesulitan pangan,” kata Bupati.

Iapun mengajak seluruh petani di Modoinding terus dan giat menanam sehingga dapat menghasilkan berbagai tanaman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di sulawesi utara lebih khusus Minsel.

“Manfaatkan lahan pertanian untuk pertumbuhan ekonomi dan teruslah mengucap syukur atas berkat Tuhan,” ujarnya sembari menambahkan kedepan MPF akan lebih dikembangkan dan melibatkan Pemkab Minsel, Provinsi dan Pemerintah Pusat.

Menariknya pada puncak acara MPF yang semula digagas Pendeta Wailan Posumah, warga yang hadir (di luar masyarakat Modoinding) berebut mengambil sayuran pada kendaraan yang dihiasi bahan baku tanaman holtikultura seperti kentang, wortel, bawang dan tanaman lainnya setelah mendapat instruksi Panitia.

Hadir pada penutupan MPF, Frangky dari Kemenperaf, Wakil Bupati Pendeta Petra Yanni Rembang, Unsur Forkompimda, Pelaksana Tugas Ketua DPRD Minsel Stefanus Lumowa serta paravundangan lainnya. (Jovan/Advetorial)

Tinggalkan Balasan