April 20, 2026

Wagub Kandouw: Warga Sulut Waspadai Musim Hujan

0
00326932-2FF1-4FC4-A2E2-9E23C400277D

Manado– Provinsi Sulawesi Utara sedang memasuki musim penghujan dengan potensi bencana tinggi. Perintah Pak Gubernur Olly Dondokambey, harus terus berkoordinasi mengantisipasi fenomena alam tidak bisa kita tolak.

Penegasan ini disampaikan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O.E. Kandouw, saat memimpin rapat koordinasi menghadapi bencana alam Hidrometeorologi, di ruang CJ Rantung Kantor Gubernur Sulut.

Wagub memastikan stakehoulder dan isntansi terkait mematangkan tupoksi masing-masing.”Benang merah dengan bencana, PU Balai Jalan, Balai Air, kapasitas infrastruktur tolong antisipasi dengan baik. Antisipasi daerah rawan longsor,” tegas Wagub.

Kandouw menyebut wilayah jalan nasional rawan longsor. Mulai dari Tomohon-Manado, Manado-Amurang, lintas Timur-Barat jalan nasional, termasuk Kotamobagu-Bolsel.

“Itu rawan sekali. Mulai dari sebelum masuk Kotamobagu . Sampai sekarang masih terjadi longsor, apalagi di saat hujan,” tuturnya.

BMKG menginformasikan kepada masyarakat Sulut musim hujan akan dimulai pada Oktober-November 2022. Menurut BMKG, sesuai data musim hujan akan berlangsung hingga Maret 2023.

BMKG Sulawesi Utara Iryanto Marmin Suwirono menggunakan data rata-rata curah hujan periode Tahun 1991-2020 normal terbaru wilayah Sulawesi Utara, terdiri atas 10 ZOM yaitu 3 tipe monsunal, 6 tipe ekuatorial, dan 1 tipe lokal.

Musim hujan 2022/2023 di wilayah Sulawesi Utara diprakirakan maju tiga dasarian hingga mundur satu dasarian dibandingkan dengan normalnya. Prakiraan sifat musim hujannya di wilayah Sulawesi Utara mengalami sebagian besar pada normalnya.

Hanya pada ZOM 497 yang mengalami sifat musim hujan atas normal. Sementara puncak Musim Hujan 2022-2023 di Sulawesi Utara diprediksi akan terjadi pada bulan November 2022 sampai Maret 2023.

Untuk Kota Manado dan sekitarnya puncak musim hujan di prediksi terjadi pada bulan Januari 2023.

Untuk menghadapi kondisi puncak musim hujan perlu di waspadai wilayah yang rentan terhadap bencana yang di timbulkan oleh curah hujan yang tinggi antara lain bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, angin kencang, gelombang tinggi, banjir dan tanah longsor.

Hidrometeorologi adalah cabang ilmu dari meteorologi yang memelajari siklus air, curah hujan, dan berkaitan dengan iklim dan cuaca.

Dengan kata lain, hidrometeorologi mencakup fenomena yang terjadi di atmosfer (meteorologi), air (hidrologi), dan lautan (oseanografi).(wal/*)

Tinggalkan Balasan