Oktober 3, 2026

Poopo-Upai Akhiri Pertikaian, Ada 8 Janji yang Kini Mengikat Kedua Kubu

FB_IMG_1790836542605

Seputarsulutnews.co, Bolmong— Ketegangan akhirnya diganti dengan pelukan.
Warga Desa Poopo dan Kelurahan Upai resmi mengakhiri pertikaian setelah kedua pihak menandatangani Deklarasi Damai dan Komitmen Bersama di Balai Desa Poopo Selatan.

Bukan sekadar seremoni, deklarasi itu memuat delapan janji yang dirancang untuk memutus rantai konflik sekaligus mengembalikan hubungan kekeluargaan antara masyarakat dua wilayah tersebut.

Ada larangan keras melakukan serangan balasan, penghadangan dan provokasi. Membawa senjata tajam maupun senapan angin juga dilarang.

Setiap persoalan ke depan harus diselesaikan melalui dialog, musyawarah dan mekanisme hukum yang berlaku.

Warga yang melintas di wilayah Poopo maupun Upai juga mendapat jaminan keamanan dan kenyamanan. Pemerintah bersama aparat keamanan, tokoh adat, agama dan pemuda diminta terus menjaga komunikasi agar persoalan tidak kembali membesar.

Satu pesan khusus diarahkan kepada generasi muda: jangan mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi.
Pesan itu menjadi penting karena media sosial disebut dalam arahan kepala daerah sebagai salah satu hal yang perlu disikapi secara bijak agar tidak memperbesar ketegangan.

Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsyi meminta perdamaian yang telah disepakati benar-benar dijalankan, bukan hanya menjadi dokumen di atas meja.

Sementara Wali Kota Kotamobagu dr. Weny Gaib mengajak masyarakat mengakhiri rasa saling curiga. Ia berharap rekonsiliasi tersebut menjadi momentum terakhir sehingga perhatian pemerintah dan masyarakat dapat kembali diarahkan pada pembangunan.

Deklarasi turut disaksikan Wakil Wali Kota Kotamobagu Rendi Mangkat, unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama serta tokoh pemuda.

Puncak acara menjadi bagian paling menggetarkan.
Tokoh masyarakat dan pemuda dari Poopo dan Upai saling berjabat tangan dan berpelukan. Sekat yang sebelumnya memisahkan mereka perlahan digantikan dengan simbol persaudaraan.

Kini, delapan kesepakatan itu menjadi komitmen bersama: menghentikan konflik, menjaga keamanan, merawat hubungan kekeluargaan dan memastikan generasi muda tidak kembali terseret dalam pertikaian.

Poopo dan Upai memilih satu pesan untuk babak berikutnya: berbeda wilayah, tetapi tetap bersaudara.(***)