Agustus 19, 2026

Manado dan Malang Bertukar Strategi, Besaran Insentif Kepala Lingkungan Bikin Kaget

FB_IMG_1787116106229

Seputarsulutnews.co, Manado — Pertukaran pengalaman pembangunan antara Kota Manado dan Kabupaten Malang mendadak menghangat ketika pembahasan tata kelola pemerintahan menyinggung besaran insentif kepala lingkungan yang ternyata terpaut sangat jauh.

Wali Kota Manado Andrei Angouw menerima kunjungan kerja Bupati Malang Sanusi bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Malang di ruang serbaguna Pemkot Manado, Selasa (18/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi Pemkab Malang untuk menggali berbagai kebijakan dan inovasi Manado, mulai dari pengembangan bahari dan pariwisata, investasi, konektivitas wilayah, hingga digitalisasi pelayanan pemerintahan.

Rombongan Malang turut dihadiri Ketua DPRD, Sekda, Ketua TP PKK, Ketua Dharma Wanita, sejumlah kepala perangkat daerah dan direktur BUMD.

Dalam pertemuan itu, Sanusi memaparkan strategi Kabupaten Malang dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), menggerakkan ekonomi serta menekan angka kemiskinan. Sementara Andrei menjelaskan karakter Manado sebagai kota jasa dan perdagangan dengan sektor pariwisata yang terus dikembangkan.

Manado, kata Andrei, memiliki sekitar 450 ribu penduduk berdasarkan data BPS dan posisi strategis sebagai wilayah transit bagi daerah-daerah di sekitarnya, termasuk memiliki konektivitas dengan negara tetangga.

Sejumlah inovasi pemerintahan turut dipaparkan, termasuk layanan darurat 112 yang terhubung dengan kepolisian serta mendukung koordinasi dengan PLN dalam menangani persoalan penerangan.

Pemkot Manado juga mengembangkan sistem digital secara mandiri untuk memantau program dan kegiatan pemerintah sekaligus menyediakan gambaran profil masyarakat.

Namun, pembahasan yang paling mencuri perhatian terjadi ketika Kepala Bapeda Kabupaten Malang menanyakan peran kepala lingkungan di Manado.

Di titik inilah muncul perbedaan mencolok. Insentif kepala lingkungan di Manado disebut mencapai Rp5 juta per bulan, sedangkan di Kabupaten Malang berada di kisaran Rp3 juta per tahun.

Perbedaan itu langsung menjadi perhatian jajaran Pemkab Malang yang mengikuti pertemuan.

Tak hanya kepala lingkungan, insentif bagi tokoh agama di Manado juga ikut dibahas. Besarannya disebut berada pada kisaran Rp750 ribu hingga Rp1,5 juta per bulan.

Pertukaran pengalaman kemudian berlanjut ke sektor pelayanan publik. Andrei berdiskusi dengan Direktur Utama PDAM Kabupaten Malang mengenai pengelolaan perusahaan daerah dan pendapatannya yang disebut mencapai sekitar Rp50 miliar per tahun.

Di sektor perikanan, Andrei menjelaskan potensi Manado dalam pengembangan komoditas cakalang. Untuk industri pengalengan, aktivitas lebih banyak berkembang di Kota Bitung, sedangkan Manado memiliki peluang besar pada UMKM pengolahan cakalang, termasuk produk cakalang fufu.

Kunjungan Pemkab Malang tersebut merupakan bagian dari koordinasi dan studi pembelajaran untuk mendukung implementasi Perda Kabupaten Malang Nomor 5 Tahun 2025 tentang RPJMD Kabupaten Malang 2025–2029, khususnya percepatan pengembangan wilayah Malang Selatan.

Pertemuan ditutup dengan pertukaran cendera mata antara kedua pemerintah daerah sebagai simbol hubungan kerja sama sekaligus pertukaran pengalaman dalam mendorong pembangunan daerah.(***)