Seputarsulutnews.co,Manado– Banjir yang terus menghantui Manado kini dijawab dengan strategi baru, ruang hijau diperluas, sumur resapan dibangun, dan sungai didorong lebih sering dikeruk agar kota tak lagi lumpuh saat hujan deras mengguyur.
Ancaman banjir kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Manado. Wali Kota Andrei Angouw bersama Wakil Wali Kota dr. Richard Sualang mengumpulkan jajaran pemerintah daerah dan tim konsultan Balai Sungai Sulawesi I Kementerian Pekerjaan Umum untuk membahas langkah konkret menekan risiko banjir di ibu kota Sulawesi Utara, Selasa (4/8/2026).
Dalam rapat teknis tersebut, konsultan membeberkan konsep Nature Based Solution (NBS) sebagai arah baru pengendalian banjir. Strategi itu mengandalkan kombinasi sistem drainase, penampungan air sementara, peningkatan daya serap tanah, hingga pembangunan infrastruktur hijau sebagai benteng alami menghadapi limpasan air hujan.
Program yang masuk dalam pembahasan meliputi revitalisasi Embung Tikala, pembangunan Ruang Terbuka Hijau di Lapangan Sparta Tikala, Lapangan Ketang Baru, serta kawasan SMP Negeri 9 Manado. Balai Sungai juga menyiapkan pembangunan sumur resapan sebagai bagian dari penguatan kawasan resapan air.
Namun, Andrei Angouw memberi catatan tegas. Menurutnya, pembangunan ruang terbuka hijau tidak boleh menghilangkan fungsi ruang publik yang selama ini dimanfaatkan masyarakat. Ia meminta seluruh kawasan ditata lebih modern, tetap hijau, nyaman, dan memiliki nilai estetika sehingga dapat menjadi ruang rekreasi sekaligus sarana pengendali banjir.
Tak hanya itu, Wali Kota juga mengingatkan agar seluruh rencana pembangunan diawali dengan pemeriksaan legalitas lahan sehingga tidak menimbulkan sengketa di masa mendatang.
Di penghujung rapat, Andrei Angouw menekankan pentingnya pengerukan sungai secara berkala. Ia menilai langkah tersebut menjadi salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan kapasitas sungai dalam menampung debit air ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Seluruh program yang dibahas diharapkan menjadi fondasi pengendalian banjir yang lebih berkelanjutan sehingga kawasan permukiman di Kota Manado semakin terlindungi dari ancaman genangan setiap musim hujan.(***)
