Juni 30, 2026

‘Jangan Masuk Politik Praktis!’ Pesan Tegas YSK Warnai Sidang Raya KGPM 2026

FB_IMG_1782820034338

Seputarsulutnews.co, Manado– Suasana Sidang Raya XXXV Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) Tahun 2026 di Kiawa Resort, Selasa (30/6/2026), semakin mendapat perhatian ketika Gubernur Sulawesi Utara YSK hadir memberikan pembekalan kepada peserta sidang.

Tidak hanya berbicara soal pergantian kepemimpinan, YSK menekankan bahwa masa depan organisasi akan sangat ditentukan oleh kualitas program yang disusun setelah pengurus baru terpilih.

Menurutnya, regenerasi merupakan proses yang biasa dalam setiap organisasi. Namun, kepemimpinan baru harus mampu menghadirkan gagasan yang menjawab kebutuhan umat sekaligus memberi manfaat bagi pembangunan daerah.

YSK mengajak seluruh peserta Sidang Raya menyusun program yang selaras dengan arah pembangunan pemerintah di tingkat provinsi maupun kabupaten sehingga sinergi antara gereja dan pemerintah semakin kuat.

Juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus Sinode KGPM sebelumnya yang dinilai berhasil menjaga hubungan baik dengan pemerintah serta berkontribusi dalam pembangunan.

Di sisi lain, YSK mengingatkan bahwa Sulawesi Utara memiliki reputasi sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi. Warisan tersebut, katanya, harus terus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, tantangan dunia saat ini semakin kompleks akibat persoalan ekonomi, politik, perubahan iklim, geopolitik hingga polycrisis global. Karena itu, gereja diharapkan tetap menjadi perekat persatuan dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

Menjelang akhir arahannya, YSK menyampaikan pesan yang langsung menjadi perhatian peserta sidang.

Mengingatkan agar gereja tidak terseret dalam politik praktis karena berpotensi mengganggu pelayanan dan persatuan umat.

Pesan itu disambut hangat oleh peserta Sidang Raya yang kini tengah menyelesaikan pembahasan tata gereja, penyempurnaan AD/ART, penyusunan program strategis, sebelum memasuki agenda pemilihan kepengurusan Sinode KGPM yang baru.(***)