Juni 19, 2026

Royke Anter: DPRD Sulut Terbuka Terima Aspirasi, Kericuhan Demo Mahasiswa Disayangkan

IMG_20260618_001217-750x375

Seputarsulutnews.co, Manado— Aksi unjuk rasa yang digelar gabungan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Manado di depan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara pada Rabu (17/6/2026) berakhir dengan ketegangan setelah massa dan aparat keamanan terlibat aksi saling dorong di area pintu masuk gedung DPRD Sulut.

Para mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan soal isu nasional maupun lokal.  Situasi yang semula berlangsung kondusif berujung ricuh ketika sebagian peserta aksi berupaya memasuki kawasan kantor DPRD untuk bertemu langsung dengan pimpinan lembaga legislatif.Polisi mengerahkan water cannon untuk memaksa massa mundur.

Menanggapi peristiwa tersebut, Wakil Ketua DPRD Sulut Royke Anter menyatakan pihaknya tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Ia menegaskan bahwa DPRD Sulut tidak pernah menutup ruang dialog dengan mahasiswa maupun kelompok masyarakat lainnya.

Menurut Royke, sejak awal DPRD telah menyiapkan mekanisme penerimaan aspirasi dan membuka kesempatan bagi perwakilan massa untuk berdialog secara langsung dengan pimpinan dewan.

“DPRD pada dasarnya siap menerima dan mendengarkan setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat. Kami menghargai peran mahasiswa sebagai bagian dari kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi,” ujarnya.

Politisi Partai Demokrat itu menjelaskan bahwa pengaturan lokasi penyampaian aspirasi di area depan kantor dewan dilakukan berdasarkan prosedur pengamanan yang telah ditetapkan aparat. Langkah tersebut bertujuan menjaga ketertiban selama aksi berlangsung tanpa mengurangi hak peserta untuk menyampaikan tuntutan.

Royke mengaku prihatin karena agenda penyampaian aspirasi yang seharusnya menjadi sarana dialog justru diwarnai insiden yang memicu ketegangan antara massa aksi dan petugas keamanan.

Ia berharap ke depan seluruh pihak dapat mengedepankan komunikasi yang baik sehingga pesan dan tuntutan yang disampaikan dapat diterima secara maksimal tanpa menimbulkan gangguan keamanan maupun ketertiban umum.

Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Kota Manado, Royke menegaskan DPRD Sulut akan tetap menjalankan fungsi pengawasan, legislasi, dan penganggaran dalam menindaklanjuti berbagai persoalan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah. Sementara aspirasi yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat akan diteruskan melalui jalur dan mekanisme yang berlaku.

Royke juga mengajak kalangan mahasiswa untuk terus menjadi mitra kritis pemerintah dengan tetap mengedepankan pendekatan yang dialogis dan konstruktif.

“DPRD Sulut selalu terbuka untuk menerima aspirasi masyarakat. Kami berharap setiap masukan dapat disampaikan melalui mekanisme yang tertib sehingga bisa diperjuangkan sesuai kewenangan yang ada,” katanya.(yren)