Seputarsulutnews.co,Bolmong– Pernyataan tegas Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi soal “gelar tak cukup” mengguncang forum akademik saat UNSRAT turun langsung ke daerah, sebuah sinyal kuat bahwa masalah nyata butuh solusi nyata.
Suasana Gedung CAT BKPP, Kamis (16/4), mendadak serius ketika Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsyi melontarkan pesan tajam di hadapan tim Pascasarjana UNSRAT: daerah tidak butuh sekadar gelar, tapi butuh solusi.
Kunjungan Tim Sosialisasi Pascasarjana UNSRAT yang dipimpin Prof. Dr. Ir. Johannes E.X. Rogi, M.Si sejatinya bertujuan memperluas akses pendidikan tinggi. Namun, pertemuan itu berkembang menjadi forum strategis membahas masa depan SDM dan problem riil daerah.
Di hadapan akademisi, Yusra menekankan bahwa pendidikan harus melahirkan dampak konkret, bukan sekadar kebanggaan administratif.
“Jangan hanya tambah gelar. Yang kita butuhkan adalah peningkatan pengetahuan dan karakter,” tegasnya.
Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Sebagai daerah lumbung pangan, Bolmong tengah menghadapi tantangan serius di sektor pertanian—mulai dari produktivitas hingga solusi lapangan yang belum optimal.
Yusra bahkan secara terbuka “menantang” kalangan kampus untuk turun langsung memberikan jawaban atas persoalan tersebut.
“Kita butuh solusi praktis dari akademisi. Forum seperti ini harus melahirkan langkah nyata,” katanya.
Langkah jemput bola UNSRAT pun mendapat apresiasi, karena dinilai membuka ruang kolaborasi yang selama ini belum maksimal antara dunia akademik dan pemerintah daerah.
Pemkab Bolmong berharap, melalui penguatan pendidikan pascasarjana, akan lahir SDM unggul yang tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga mampu menjadi problem solver bagi masyarakat.
Pertemuan ini kemudian ditutup dengan pemaparan program unggulan UNSRAT yang disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan daerah—sebuah harapan baru bahwa kolaborasi ini tak berhenti di seremoni, tetapi berlanjut pada aksi nyata.(***)
