April 23, 2026

Pemkab Sitaro: Penanganan Darurat Usai Banjir Bandang di Siau Timur

FB_IMG_1767583206072

Seputarsulutnews.co, Sitaro– Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro menyampaikan telah terjadi bencana banjir bandang di wilayah Sondang Lindongan III, Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur (Sitim) Senin dini hari, 5 Januari 2026, sekitar pukul 02.30 WITA, akibat curah hujan deras berlangsung secara terus-menerus disertai angin puting beliung.

Bencana tersebut mengakibatkan akses jalan menghubungkan Kelurahan Bahu dengan wilayah Siau Timur Selatan tertutup total oleh material longsor berupa tanah, batu, serta pohon tumbang. Selain itu, aliran air dari perbukitan membawa material berat yang berdampak langsung pada permukiman warga.

Berdasarkan data sementara dihimpun di lapangan, lima unit rumah dilaporkan hilang terseret banjir. Selain itu, terdapat sepuluh warga yang menjadi korban, dengan rincian enam orang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara empat orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Korban telah teridentifikasi:

Korban Jiwa (6 Orang)
Ratmon Bangsa
Fardelin Tamalonggehe
Yance Tamalonggehe
Lorensi Bawolce
Yoan Bangsa
Santi Diamanis

Korban Hilang (4 Orang )
Swinggli Dalending
Adris Pianaung
Leon Pianaung
Kairi Kansil (Bayi)

Luka (4 Orang)
Dhea Pinamagun
Marlis Sanggili
Onal Kansil
Abo Pandaeng

Untuk sementara masyarakat lingkungan lll dan lV, menggunsi di Kantor Kelurahan Bahu dan akan dipindahkan ke Museum Kelurahan Tarorane Kecamatan Siau Timur dengan data pengungsi sementara 35 KK-108 Jiwa

Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, S.K.M menyampaikan pemerintah daerah telah menetapkan langkah-langkah penanganan darurat dan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia.

“Pemerintah daerah bergerak cepat dengan mengerahkan tim gabungan untuk melakukan pencarian korban, evakuasi warga terdampak, serta penanganan akses jalan yang tertutup material longsor. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” ujar Bupati Chyntia.

Bupati juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan bencana, agar tetap waspada, menghindari area perbukitan dan aliran sungai, serta segera melaporkan kepada pemerintah setempat atau aparat apabila terjadi kondisi darurat,” tambahnya seraya menyampaikan turut berdukacita bagi korban banjir bandang, kiranya keluarga diberikan kekuatan dan penghiburan dari Tuhan Sang Pemilik Kehidupan, ucap Bupati.

Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro bersama unsur TNI, Polri, perangkat kecamatan, pemerintah kelurahan, dan relawan masih melakukan proses pencarian korban yang belum ditemukan serta bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir dan longsor susulan.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro akan terus memberikan informasi terbaru sesuai dengan perkembangan di lapangan.(***)