Wali Kota Kotamobagu dan Pengusaha Nasional Bahas Investasi Majukan Daerah
Seputarsulutnews.co– Wali Kota Kotamobagu, dr. Wenny Gaib, Sp.M, menerima kunjungan sejumlah pengusaha nasional di kediaman dinas Wali Kota yang berlokasi di Kelurahan Kotobangon. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya strategis Pemerintah Kota Kotamobagu untuk menarik investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR).
Wali Kota Wenny Gaib menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kehadiran para tamu dari Jakarta.
“Pertama-tama saya, atas nama pribadi, Pemerintah Daerah, dan seluruh masyarakat di daerah ini, ingin menyampaikan ucapan selamat datang kepada Bapak-Ibu, khususnya tamu istimewa dari Jakarta. Terima kasih atas kehadirannya di tempat ini,” ujar Wali Kota.
Wali Kota juga memaparkan berbagai potensi unggulan yang dimiliki Kotamobagu dan BMR, mulai dari sumber daya alam, pertanian, hingga sektor industri kreatif yang dinilai memiliki daya tarik tinggi bagi para investor.
“Kami memiliki berbagai potensi dan sumber daya alam yang sangat luar biasa, yang dapat dikembangkan bersama. Insya Allah, teman-teman dari Jakarta dapat berinvestasi di daerah ini. Sekali lagi, terima kasih atas kunjungannya di daerah kami. Kota Kotamobagu kota kecil, tapi kami memiliki hati yang luas menyambut Bapak-Ibu untuk berinvestasi di sini,” lanjutnya.
Sementara itu, Founder F.Corp, H. Muhammad Fitno, yang memimpin rombongan pengusaha nasional tersebut, menegaskan bahwa pihaknya melihat peluang besar di wilayah Kotamobagu dan sekitarnya.
“Kami datang ke sini untuk melihat berbagai peluang dan potensi yang ada. Sudah menjadi prinsip kami untuk selalu memberikan manfaat bagi masyarakat di mana saja kami berinvestasi,” ungkap Fitno.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai pilar utama dalam pembangunan berkelanjutan, terutama dalam menghadapi era digital dan menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Kotamobagu dan Bolmong Raya memiliki banyak potensi sumber daya alam, pertanian, perkebunan, dan pertambangan, yang harus dimaksimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, semua ini harus dibarengi dengan ketersediaan SDM yang memadai. Jepang dan Singapura sukses bukan karena sumber daya alam, tetapi karena SDM dan teknologi mereka,” ujarnya.(***)
