Pertama Di Sulut, Tim Perpustakan RI Kunjungi Desa Pangu Dua. Gula Semut Menjadi Icon Pembuatan Video.
Kehadiran Tim dari Perpustakaan Nasional bersma Perpustakaan Propinsi sulut tersebut disambut oleh Dinas Perpustakaan dan arsip Kabupaten Mitra bersama Hukum Tua Desa Pangu Dua Astian Sualang. selama berada di Desa penghasil Salak tersebut, rombongan melakukan peliputan proses pembuatan gula Semut, sejak dari wawancara hingga turun lapangan melakukan proses pembuatan bagaiman cara pembuatan hingga terjadinya gula semut.
Sejak tiba di Desa Pangu Dua Tim dari Perpusnas langsung melakukan audiens dengan pemerintah Desa Pangu serta petani pembuat gula semut. hasilnya pada hari kedua proses pembuatan gula semut berlangsung dengn baik.
Dikatakannya proses pembuatan gula semut sangat menguras keringat, karena didahului dengan melihat pohon seho, mengambil nirahnya dengan proses yang trampil, kemudian dibersihkan dan diambil untuk di bawah ke tempat pembuatan, dipanasin dan ahirnya butuh proses dan jadilah Gula semut. Bukan cuma sampai di situ, tim turut serta melihat proses penjualan di toko dagangan gula semut.
Petani gula semut Desa Pangu Dua Jeri Kauntur merasa senang karena lewat petani gula semut, dirinya bisa diwawancarai oleh tim dari Perpusnas bahkan telah membuat vidio untuk menjadi arsip milik perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
“OK Gais, saya lagi membuat gula semut,” ujar Jeri menirukan apa yang disampaikan lewat rekaman suara pembuat video.
“Sebagai tindak lanjut dari bantuan tersebut, maka hari ini tim dari Perpusnas turun langsung di Desa Pangu Dua dan melakukan audiens serta melakukan sesi wawancara serta pengambilan gambar untuk dibuat video yang akan diarsipakan pada perpusnas RI,” ujar Sualang.
“Kiranya lewat kegiatan ini, nama Desa Pangu Dua atapun desa Pangu Raya semakin dikenal lewat Jeri Kauntur petani pembuat gula semut,” pungkas Sualang. (Fredy)
