Dalam Sepekan, Puluhan Kali Gunung Dukono Halmahera Utara, Meletus

oleh -1335 Dilihat
oleh
Semburan Abu Vulkanik Gunung Dukono Terlihat Dari Kota Tobelo.(foto:oke)

HALMAHERA UTARA- Lagi-lagi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, Terjadi Erupsi sejak Sepekan kemarin, hingga pada Rabu (08/11/2023). Letusan Gunung Dukono tercatat, Puluhan Kali terjadi dengan dentuman letusan terdengar hingga di Kota Tobelo. Tinggi kolom abu teramati ± 1.000 m di atas puncak (± 2.087 M, di atas permukaan laut). Dengan kejadian alam ini, Kota Tobelo dan sekitarnya mengalami hujan abu Vulkanik yang mengancam kesehatan Masyarakat yang terdampak hujan abu Vulkanik.

Dengan adanya kejadian itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara melalui Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian, Rymond Novianus Batawi, SP.,MCs, berkoordinasi dengan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) Badan Geologi, Bambang Sugiono, selaku Petugas, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) Gunung Dukono, menghimbau.

“Berdasarkan data Gempa letusan yang masih tinggi, maka kami dari PVMBG meminta agar masyarakat yang berkebun, beraktivitas di seputar kaki Gunung Dukono dihentikan dulu sementara waktu, karena abu letusan sangat berbahaya untuk pernapasan. Mewaspadai jika terjadi letusan lebih besar lagi. Sementara waktu untuk pendakian juga di Gunung Dukono tidak di ijinkan, Erupsi masih berlangsung,” ungkap Petugas Pemantau Gunung Dukono.

Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah timur. Aktivitas Gunung Dukono dari Pukul 00.00-09.45, Tangal (08/11/2023) beberapa kali terdengar suara dentuman letusan dengan tinggi asap kurang-lebih 800-1000 meter kebanyakan mengarah ke timur. Desa yang terlanda dari Tiga hari aktivitas adalah: Desa Mede, Popilo, Gorua, Wari, Buaele, Kota Tobelo dan sekitarnya. Ketebalan abu 0.5-10 mm. Jarak terdekat dengan Gunung Dukono yaitu Desa Mede berjarak 10 Kilo dan jarak ke- Kota Tobelo 15 Kilo.

Petugas pemantau Gunung juga menambahkan, “Sejak Tanggal (06/11/2023) gempa letusan tercatat sebanyak 70 Kali Amplitudo 6-35, Lama gempa 31.63 -81.70. Pada Tangal 7 = 70 Amplitudo =7 -34 lama gempa =29.57-56-86. Tanggal 8 sampai pukul 07-01 tercatat =36 Kali letusan. Saat ini Gunung Dukono berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi:
(1) Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km.
(2) Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap, maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung untuk selalu menyediakan masker/penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan, “Pungkasnya.

Kepala Dinas Kominfosan Halut juga menambahkan, “masyarakat diharapkan selalu menjaga kesehatan serta mematuhi aturan kesehatan yang ada, tetap tenang dan jangan mempercayai berita Hoax dari sumber yang tidak jelas, selaku pemerintah Daerah akan selalu memberikan arahan dan himbauan yang pasti dengan kejadian alam ini, untuk masyarakat Kabupaten Halmahera Utara, ” tutup Kadis.

Penulis: Eko Putra Septiyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.