Launching Aplikasi SI PELITA SATU. Penjabat Bupati Mitra Ronald Sorongan Berikan Apresiasi Kepada Dinas P2KB

Mitra.Seputarsulut news.com.- Setelah sukses Melaunching Sekolah Lanjut Usia (Lansia) Kaneren di Kecamatan Ratahan, satu lagi terobosan jitu yang dilakukan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) kembali melakukan Launching Aplikasi SI PELITA SATU untuk mengetahui perkembangan Stunting yang ada di daerah tersebut.

Launching Aplikasi SI PELITA SATU tersebut dilakukan langsung oleh Penjabat Bupati Kabupaten Mitra Ir Ronald Sorongan dan disaksikan langsung oleh kepala BKKBN Sulut Ir Tino Tandayu dan Forkopimda serta kepala OPD yang hadir di Aula Pemkab Mitra lantai tiga

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Mitra Dr Helny Ratuliu MAP ketika dikomfirmasi sejumlah wartawan mengatakan bahwa penanganan Stunting saat ini terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mitra guna penurunan angka stunting yang saat ini masih tergolong tinggi.

Untuk itu dengan melibatkan seluruh lintas SKPD bahkan BUMN membantu menurunkan angka Stunting lewat pengukuhan Bapak Bunda Anak Stunting di kabupaten Mitra.

Dikatakan Ratuliu dalam mengantisipasi peningkatan angka Stunting di dinas P2KB lebih cenderung ke promosi edukasi di masyarakat. Sedangkan interfensi spesifik, interfensi sensitif itu ada di SKPD terkait.

Ditambahkan mantan kadis Kesehatan tersebut, bahwa saat ini dinas P2KB dalam menunjang pengetahuan tentang Stunting yang ada di kabupaten Mitra, Dinas P2KB telah membentuk teknologi berupa alpikasi SI Pelita Satu

Dijelaskan Ratuliu, aplikasi SI PELITA SATU ini adalah merupakan Strategi, penanganan, teritegrasi lintas sektor untuk penurunan stunting di Kabupaten Mitra.

Lanjut dijelaskannya, bahwa aplikasi si pelita satu merupakan akses untuk diketahui jumlah anak yang teridentifikasi stunting oleh Bapak Bunda Anak Stunting.

Lebih lanjut dikatakan Ratuliu, data awal Stunting ada di puskesmas, dari pihak Puskesmas yang melakukan penimbangan, pengukuran berat badan. Dan apabila didapati ada kasus Stunting, maka pihak Puskesmas akan mengingput balita tersebut di aplikasi SI PELITA SATU dan nantinya akan terbaca di dasboard Dinas P2KB dan di dinas Kesehatan kabupaten Mitra.

“Setelah terbaca di dasboard dinas P2KB, nama anak stunting tersebut akan diteruskan kepada Bapak Bunda Asuh Stunting sesuai dengan wilayah asuh masing masing. Kemudian Bapak Bunda Asuhakan memberikan interfensi kepada anak Stunting tersebut baik  interfensi spesifik maupun ienterfensi sensitif. Bapak Bunda Asuh akan mengunjungi anak Stunting tersebut untuk memberikan bantuan dalam bentuk edukasi ataupun bantuan dalam bentuk makanan tambahan,” ujar  Ratuliu.

Diapun menambahkan bahwa sampai saat ini kasus Stunting di Mitra berjumlah 142 anak dan keluarga berpotensi Stunting ada seribu lebih dengan kategori pasangan Usia Subur,keluarga memiliki anak Balita dan keluarga memiliki anak Remaja yang masuk dalam definisi kriteria keluarga beresiko Stunting.

Pejabat Bupati Kabupaten Mitra dalam sambutanya menyambut baik apa yang dilakukan oleh Dinas P2KB dalam edukasi menurunkan angka Stunting di kabupaten Mitra.

“Saya memberikan apresiasi baik kepada Kepala Dinas pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana kabupaten Mitra Dr Helny Ratuliu MAP yang telah berusaha menggagas ide sejak dari pengukuhan Bapak Bunda Anak Stunting (BAS) dan telah melakukan Aplikasi SI PELITA SATU,” ujar Sorongan.

Lewat aplikasi ini, kami dapat memonitor perkembangan stunting yang ada di kabupaten Mitra, pungkasnya. (Fredy)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Exit mobile version