Janji Investasi Mega Proyek di BMR, Ruslan : Saat Ini Masyarakat Butuh Kesejahteraan Ekonomi
SUARASULUT.COM, MANADO– Lumbung suara pemilih di Bolaang Mongondow Raya (BMR) jadi sasaran empuk para pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur. Dengan jumlah suara empat ratusan lebih itu, tentu akan menjadi perhatian khusus bagi setiap paslon menarik simpatik masyarakat BMR, agar memilih mereka (paslon-red). Berbagai gagasan serta strategi menjual Visi-Misi paslon terus bergaung di wilayah tersebut. Adapun yang secara terang-terangan menjanjikan sesuatu yang besar yang belum tentu terjadi, ketika paslon itu terpilih nantinya.
Hal ini ditanggapi Ketua Forum Muda Peduli Bolaang Mongondow, Ruslan Panigoro. Menurutnya, dari tigas paslon yang bertarung di Pilgub Sulut 2020 ini, paslon petahana yang selalu mengumbar janji untuk mensejahterakan masyarakat BMR. “Saya sangat menyayangkan jika masyarakat BMR masih percaya dengan hal tersebut. Jika mereka benar-benar berbuat untuk BMR, harusnya bukan ketika terpilih kedua kalinya, dari periode pertama sudah harus berbuatlah untuk BMR,” ucap Ruslan warga Desa Tadoy Kabupaten Bolmong, Selasa 13 Oktober 2020.
Lanjutnya, ketika merunut kebelakang, masyarakat tak perlu jauh-jauh mencari tahu apa yang sudah dijanjikan. Contohnya, saat pemilihan 2015 silam. “Saat itu masyarakat BMR dijanjikan paslon terpilih untuk mewujudkan PBMR, namun ternyata hingga saat ini tak kunjung terealisasi. Saat ini kembali mengumbar janji dengan sejumlah Mega proyek yang ketika terpilih akan di bangun ??,” tanya Ruslan.
Ruslan menjelaskan, mega proyek yang dijanjikan butuh waktu lama untuk di bangun. “Investasi Kimong untuk industri hingga pembuatan jalan Tol ke BMR, butuh waktu 10 sampai 20 tahun untuk dirasakan hasilnya. Apalagi ini baru sebatas wacana demu meraih simpatik masyarakat. Yang masyarakat butuhkan saat ini adalah investasi kecil-kecilan, memberdayakan pengusaha lokal, agar ketika mendapatkan keuntungan, itu langsung dirasakan masyarakat hasilnya. Masyarakat saat ini lapar, dan butuh makan. Jadi mustahil ketika bicara investasi mega proyek saat sekarang ini,” jelasnya.
Hal senada juga ditanggapi oleh Calvin Roma. Perwakilan Generasi Muda Sangihe itu juga angkat bica, terkait janji-janji politik yang selalu di gaungkan oleh paslon petahana. Menurut Calvin, susah untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat jika kita tidak mempunyai keterwakilan. “Sebagai warga etnis Sangihe yang berdomisili di Bolaang Mongondow saat ini, tentu kami butuh pemimpin yang benar-benar bisa mewakili suara masyarakat BMR dalam pemerintahan nanti. Kita tahu bersama, dari paslon yang ada, paslon nomor satu yakni Christiany Eugenia Paruntu dan Sehan Salim Landjar (CEP-SSL), paripurna dengan mewakili daerah masing-masing yaitu Minahasa dan BMR,” urai Calvin.
Selain itu, ada putra Sangihe Bapak Jabes Gagana dalam struktur pemenangan CEP-SSL, dan Bapak Elly Lasut yang terinformasi terus membangun komunikasi politik dengan pasangan ini. “Saya fikir ini lengkap. Semua keterwakilan di pasangan CEP-SEHAN. Dan kami yakin, jika mereka nantinya yang bisa memenuhi apa kebutuhan dan keinginan masyarakat di masing-masing daerah di Sulawesi Utara,” pungkasnya.
Perlu diketahui, pasangan nomor urut 1 CEP-SEHAN diusung dan didukung enam partai politik yakni, partai Golkar, PAN, Demokrat, PBB, Garuda, partai Berkarya. (Sandy)
