April 18, 2026

Bupati Sehan Landjar Dianugerahi Gelar ‘Tule Molantud’

0
IMG-20200721-WA0001

SUARASULUT.COM,BOLTIM– Bertepat di desa Togid Kecamatan Tutuyan, Senin (20/7/2020). Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), menyelenggarakan pengukuhan gelar adat kepada Bupati Sehan Landjar, SH sebagai ‘Tule Molantud’ pemimpin yang Nokodotol, Nokorakup Nokolintak Bo Nokoanga’ Kon Totabuan Pomuka’an (Bahasa Suku Mongondow). Acara tersebut, bertempat di rumah kediaman Bupati Boltim.

Rasa syukur, dapat bersilaturahmi dan bertatap muka dengan para tokoh masyarakat dan tokoh adat dari 4 etnis yang ada di Bolaang Mongondow Raya (BMR) kita berkumpul bersama dalam suasana penuh persaudaraan dengan tujuan mulia untuk memelihara, melestarikan, dan mengembangkan budaya dan adat Bolaang Mongondow, ucap Bupati Boltim Sehan Landjar, SH

Saya juga mendapatkan kehormatan dari masyarakat Bolaang Mongondow umumnya dan masyarakat Bolaang Mongondow Timur (Boltim) khususnya, yang menganugerahkan gelar adat budaya Bolaang Mongondow “Tule’ Molantud” keada saya. Tentunya gelar adat ini pada hakekatnya saya mau persembahkan kepada seluruh masyarakat yang ada di Bolaang Mongondow Timur (Boltim) serta Bolaang Mongondow Raya (BMR),” ucapnya.

Lebih lanjut, atas penganugerahan gelar adat ini, saya ucapkan terimakasih serta apresiasi kepada lembaga adat dari empat etnis yang ada di Bolaang Mongondow Raya (BMR) yakni etnis Mongondow, etnis Bintauna, etnis Kaidipang Besar dan Bolango, anugerah gelar adat ini, dapat lebih mendorong dan memotivasi tekad, semangat dan dharma bakti saya dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat bangsa dan negara. Ujar Landjar

Negara kita memiliki kekayaan adat istiadat dan budaya yang luar biasa termasuk yang ada di Bolaang Mongondow Raya (BMR) kebudayaan bangsa kita menjadi muara perpaduan dari tiga kebudayaan besar dunia, yaitu kebudayaan timur, kebudayaan islam, dan kebudayaan barat. perpaduan dari riga budaya besar dunia itu, telah mewariskan identitas yang sarat dengan tata nilai, sistem sosial serta seni dan budaya yang khas dan kaya ragam. Identitas bangsa yang membanggakan itu, harus terus kita bina dan kita tumbuh kembangkan sebagai potensi dan modal sosial, untuk menjadi negara bangsa yang maju terhormat dan bermartabat.

Khususnya di Bolaang Mongondow Raya (BMR) dan lebih khusus lagi di Bolaang Mongondow Timur (Boltim) keragaman suku bangsa dengan tradisi dan budaya yang khas dan unik, harus kita jadikan sebagai pilar-pilar keunggulan dalam menghadapi persaingan di Era Global sekarang ini. Keunggulan dan budaya positif warisan nenek moyang, merupakan kearifan lokal yang harus, kita apresiasi, pelihara dan kita sumbangkan bagi peradaban dunia, jelasnya.

Masyarakat Bolaang Mongondow memiliki budi pekeri yang luhur, budaya yang mulia, tradisi yang bersendi religi serta terkenal dengan sikap dan pola hidup yang Mo’oaheran Bo Mobobahasa’an. Budaya di Bolaang Mongondow Raya (BMR) juga memiliki basis budaya yang kuat, merupakan sumber ekonomi wisata yang dapat dikembangkan, termasuk wisata sejarah serta memiliki potensi ekonomi kreatif dengan mengadukan antara kreativitas seni dan teknologi. Kita tidak boleh membiarkan budaya yang kita banggakan ini tergerus oleh budaya global. Kita harua tetap memiliki identitas dan jati diri, selain itu saya juga mengajak masyarakat untuk tetap memegang teguh tradisi budaya, yang sekaligus menjadi ujung tombak dalam pelestarian kebudayaan daerah kita. Mari kita berikan perhatian besar pada kelompok-kelompok permukiman terpencil dan masyarakat pedalaman di daerah ini, agar mereka juga terlibat aktif dalam melestarikan budaya daerah. Pungkas Bupari dua periode Sehan Landjar, SH (yudi/*)

Tinggalkan Balasan