Wagub Kandouw: Ayo Disiplin Mematuhi Protokol Kesehatan

SUARASULUT.COM,MANADO– Terkait sektor kesehatan, Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw mengajak masyarakat untuk disiplin mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah covid-19.

Kandouw menyebut bahwa dalam seminggu kebelakang ini ada peningkatan jumlah pasien covid-19 di Sulut sampai RO (angka reproduksi/ tingkat penularan awal) 2,5 atau tertinggi di Indonesia.

Untuk mengantisipasi hal itu, Kandouw menyebut Pemprov Sulut terus melakukan upaya penanganan pasien dengan mengoptimalkan rumah sakit yang ada di Sulut untuk merawat pasien covid-19.

“Secara defacto kemampuan rumah sakit kita untuk menangani Covid 19 ini hampir lewat 100 persen. Pak Gubernur sedang mengupayakan supaya ada rumah sakit- rumah sakit sementara bisa dijadikan rumah sakit covid. Dan hari ini Pak Gubernur Olly Dondokambey meresmikan Rumah Sakit JH Awaloei di Jalan raya Manado-Tateli untuk covid juga. Tapi itu pun belum cukup,” ujar Kandouw.

“Kita harus siap mengantisipasi untuk bikin rumah sakit darurat, begitu juga rumah singgah yang sampai saat ini sudah hampir over kapasitas, rumah singgah pemerintah provinsi ada empat sudah hampir penuh sementara kabupaten kota ada tiga rumah singgah ada Tomohon, Minahasa dan Sitaro. Belum lagi dengan masalah kekurangan tenaga kesehatan di Sulut.

Begitu juga dengan laboratorium kita, yang tadinya pemeriksaan dikirim ke Jakarta dan selanjutnya boleh di Makassar. Dan akhirnya setelah kita memenuhi syarat-syarat baik administrasi, infrastrukturnya maupun SDM nya kita diberi ijin dan boleh memanfaatkan laboratorium lembaga vertikal yang ada di Manado yang bisa kita pakai,” papar Kandouw.

Wagub Kandouw juga kembali mengimbau masyarakat untuk terus disiplin mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah covid-19 sebagai bentuk kesiapan menghadapi new normal.

“Sehingga akhirnya mau tidak mau life must go on semua harus kita hadapi, segala aspek ke masyarakat mau tidak mau harus berjalan normal dengan stand point seperti ini. Begitu juga dengan aspek kehidupan kita yang lain, mau tidak mau harus kita hadapi dengan istilah sekarang lewat pembahasan ini yaitu new normal dan ada banyak aspek yang harus kita persiapkan dengan baik dalam bermasyarakat, keluarga, pendidikan,” kata Kandouw.(wal)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Exit mobile version