SUARASULUT.COM, TALAUD – Dengan adanya pemberitaan di media Nasional mengenai “Pemerintah Filipina mengisolasi atau melakukan lockdown di Kota Manila agar bisa mencegah penyebaran virus corona dari luar,” membuat Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud dr. Elly Engelbert Lasut, M.E, selaku pemimpin di Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Negara Filipina itu, angkat bicara pada kegiatan doa bersama elemen masyarakat, terhadap tolak penyebaran COVID-19 di Kabupaten Talaud, pada Rabu (18/03/2020).
Sebagai pimpinan di Kabupaten Talaud dirinya menegaskan kepada seluruh elemen masyarakat sama-sama menjaga para pelintas batas dari negara Filipina yang diam-diam masuk ke wilayah Kabupaten Talaud, “Berdasarkan letak geografis kita, yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Filipina dan adanya pemberitaan di media Nasional, terjadinya antrian-antrian panjang terdampak COVID-19 di pulau Mindanao, Filipina. Membuat khawatir kita dikarenakan ada ribuan Warga Negara Indonesia (WNI) disana, yang saat ini ketakutan atas Karantina disana, sehingga bisa memicu mereka melakukan lintas batas secara ilegal ke Kabupaten Talaud,” ungkap Bupati Talaud.
Seperti yang di kutip dari media iNews.id mengatakan, “Pemerintah Filipina akan mengisolasi atau melakukan lockdown terhadap Metro Manila, sebagai upaya mencegah penyebaran virus korona. Sekitar 13 juta warga dan pendatang asing akan terdampak kebijakan ini. Pelaksana Fungsi Hubungan Masyarakat dan Media Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Manila, mengatakan kondisi Manila masih normal. Aktivitas warga berjalan seperti biasa.
Ditambahkan Bupati Talaud, Diharapkan, “Masyarakat di Pulau-pulau terluar seperti Miangas, Nanusa dan Kabaruan harus memantau setiap warga asing yang datang terutama pelintas batas dan melaporkanya ke petugas setempat,” tutup Bupati dengan latar belakang Dokter itu. (oke)

