SUARASULUT,COM,BOLTIM– Surat pernyataan 7 PAC dan 81 Anak Ranting, yang mengatasnamakan PDIP dan melahirkan beberapa poin, langsung ditindaklanjuti Ketua DPC PDIP Boltim, Medy Lensun.
Melalui rapat digelar di
di Sekertariat PDI-P Boltim, Senin (16/3/2020), bicara soal dukung mendukung personal merupakan hal yang wajar.
Tetapi harus diingat jangan bawa-bawa nama partai. Sebab di Partai ada aturan dan mekanismenya. Jangan hanya karena keinginan personal ditambah sikap emosional kemudian dijadikan dasar melakukan sesuatu berada di luar mekanisme partai.
Lanjut pria yang kesehariannya menjabat Wakil Ketua DPRD Boltim itu, mekanisme di partai dengan Ketua Umum Megawati Soekarno Putri, bicara bakal calon sudah jelas. Yaitu semua calon yang di undang mendaftar di PDIP baik bakal calon bupati maupun wakil bupati lebih khusus untuk Kabupaten Boltim, semuanya sedang berproses berdasarkan mekanisme partai.
Nantinya pada siapa bakal calon mendapat SK dari DPP PDI Perjuangan, tentunya semua pengurus PDIP mulai dari tingkatan ranting, PAC hingga DPC wajib hukumnya mengamankan dan mendukung calon yang direstui DPP PDIP.
Apabila sampai ada pengurus di semua tingkatan mengeluarkan pernyataan bertentangan dengan instruksi DPP maupun DPD PDIP Sulut, itu namanya melanggar aturan dan pasti ditindak sesuai aturan partai.
“Sekali lagi ditegaskan jika ada pengurus di semua tingkatan membawa-bawa nama partai untuk kepentingan person, pasti akan ditindak,” tegas Medy mengingatkan semua pengurus dari tingkatan bawah hingga DPC untuk semantiasa selalu tunduk pada aturan partai.
Medy juga mengaku telah menegur pengurus yang membawa nama partai, lalu mengeluarkan pernyataan sikap, yang didalamnya ada unsur melahirkan ketersinggungan.
“Saya minta pengurus jangan membuat pernyataan yang bisa lahirkan ketersinggungan apalagi sampai membawa nama partai,” aku Lensun mengingatkan. (yudi)
