Oktober 8, 2026

Kelapa Mendadak Jadi Sorotan di Manado! Bolmong Masuk Radar Besar Hilirisasi Komoditas Strategis

Seputarsulutnews.co, Bolmong — Selama ini kelapa identik dengan perkebunan rakyat, tetapi dari Manado muncul sinyal kuat bahwa komoditas ini sedang dipersiapkan naik kelas menjadi kekuatan ekonomi bernilai besar.

Sinyal itu terlihat dalam Coconut Day 2026 yang digelar di Courtyard Marriott Manado, Kamis (8/10/2026).
Wakil Bupati Bolaang Mongondow Dony Lumenta, S.Tr.T, hadir langsung dalam pembukaan agenda yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, peneliti serta negara-negara anggota International Coconut Community (ICC).

Yang membuat forum ini menarik, pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap masa depan kelapa.
Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan, yang membuka kegiatan bersama Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling, menyebut kelapa memiliki potensi nilai tambah tinggi dan menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian pemerintah.

Bahkan, pengembangan kelapa disebut telah masuk dalam sejumlah rapat terbatas yang dipimpin Presiden RI.
Tak berhenti di pembahasan, pemerintah juga tengah menyiapkan penguatan kelembagaan dan dukungan pendanaan untuk mendorong pengembangan komoditas tersebut.

Pesan besarnya jelas: kelapa tidak lagi hanya bicara soal buah, minyak atau kopra, tetapi tentang bagaimana komoditas tersebut menghasilkan nilai ekonomi yang jauh lebih besar melalui hilirisasi.

Bagi Bolmong, momentum ini tentu bukan sekadar agenda seremonial.
Dengan potensi perkebunan kelapa yang dimiliki, keterlibatan Pemkab Bolmong dalam forum strategis tersebut membuka peluang untuk mengikuti arah kebijakan nasional sekaligus mencari ruang pengembangan ekonomi daerah.

Tantangannya kini adalah bagaimana potensi perkebunan dapat diubah menjadi kekuatan industri, membuka investasi, memperluas pasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Coconut Day 2026 akhirnya membawa satu pesan penting dari Manado: ketika kelapa mulai dilihat sebagai komoditas strategis nasional, daerah penghasil tak boleh hanya menjadi penonton.(***)

 

Exit mobile version