Oktober 7, 2026

Jangan Sampai Gara-Gara Pilih Kapitalaung, Warga Sangihe Terpecah! 117 Kampung Diperingatkan

Seputarsulutnews.co, Sangihe— Satu suara bisa menentukan siapa yang memimpin kampung, tetapi satu provokasi juga bisa meninggalkan luka panjang di tengah masyarakat karena itu Sangihe kini memasang alarm keras menjelang Pilkaltam Serentak 2026.

Sebanyak 117 kampung di 12 kecamatan akan menggelar pemungutan suara Kapitalaung pada Rabu, 21 Oktober 2026. Menjelang hari pencoblosan, seluruh calon dan pihak terkait dikumpulkan dalam Deklarasi Kampanye Damai di Papanuhung Santiago.

Pesannya sederhana, tetapi tegas: “Beda Pilihan, Tetap Bersaudara.”
Deklarasi tersebut dihadiri Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, S.E., M.M., Wakil Bupati Tendris Bulahari, Forkopimda, seluruh calon Kapitalaung, serta panitia tingkat kampung.

Bupati menegaskan, pemilihan Kapitalaung bukan sekadar kompetisi mengumpulkan suara. Kontestasi ini harus menghasilkan pemimpin yang mampu membawa kebijakan pemerintah menjadi pelayanan, pembangunan, dan kesejahteraan nyata bagi masyarakat.

Karena itu, kampanye diminta tidak berubah menjadi arena saling menjatuhkan.
Para calon didorong menawarkan program yang jelas dan realistis, sekaligus membuka ruang untuk mendengar langsung persoalan masyarakat. Sebaliknya, serangan pribadi, informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, provokasi, intimidasi hingga politik uang harus dijauhi.

Ada pula pesan penting soal kekuasaan setelah pemilihan.
Kewenangan Kapitalaung disebut sebagai amanah, sementara dana desa harus dikelola secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Panitia diminta bekerja profesional dan adil, sedangkan aparatur pemerintah wajib menjaga netralitas.

Pemerintah daerah bersama seluruh pihak juga menyatakan komitmen mengawal proses hingga penetapan hasil serta menghormati siapa pun yang nantinya memperoleh mandat masyarakat.

Sebab, pertarungan politik hanya berlangsung sesaat. Sementara masyarakat akan tetap bertetangga, berteman, dan bersaudara setelah seluruh tahapan pemilihan selesai.
Jangan karena beda pilihan, persaudaraan yang sudah dibangun bertahun-tahun justru menjadi korban.(***)

Exit mobile version